Peneliti Libang Kompas Toto Suryaningtyas mengatakan hasil survei Litbang Kompas masih dalam rentang margin of error dari hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei.
"Sebetulnya kalau dilihat dari sisi statistik angka kami sebetulnya masih masuk di dalam rentang margin of error dari lembaga-lembaga yang lain," ujar Toto dalam diskusi publik bertema 'Analisis Hasisl Survei: Mengapa Bisa Beda' di Jakarta, Selasa (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Toto merespons soal tudingan bahwa Litbang Kompas menggunakan angka yang skeptis dalam hasil surveinya. Ia melihat hal itu terjadi karena elektabilitas paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat.
Dalam kaitannya dengan intensi personel peneliti Litbang Kompas terhadap salah satu paslon, ia tak menampik hal itu bisa terjadi. Akan tetapi intensi itu hilang ketika proses survei dilaksanakan.
"Begitu urusan hasil survei ini dia netral. Dia bersih dari tendensi kecondongan. Itu sudah menjadi langgam kami dari dulu, sejak kami menggelar survei nasional mengamati pemerintahan," ujarnya.
Di sisi lain, Toto menyampaikan Litbang Kompas sejak lama telah melakukan survei untuk mengukur elektabilitas kandidat di pemilu, preferensi politik, hingga persepsi publik terhadap pemerintah atau lembaga.
Dalam perkembangannya, ia mengaku Litbang Kompas selalu memperbarui metode dalam membuat survei.
"Artinya selama ini meskipun metode yang kami gunakan untuk mengukur apresiasi, persepsi, kemudian pandangan dari masyarakat ini metodenya selalu kami sesuaikan dari waktu ke waktu. Itu menurut hemat kami masih cukup akurat, relevan mengukur fenomena yang terjadi," ujarnya. (jps/wis)