Sofian menjelaskan seleksi terbuka dijalankan untuk mengisi sekitar 22 ribu jabatan pimpinan tinggi di kementerian atau lembaga. Menurutnya, proses seleksi tersebut melibatkan panitia seleksi yang berasal dari luar institusi sehingga lebih independen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau dipimpin oleh orang-orang partai politik masih," ungkapnya.
Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy terkena OTT KPK dalam kasus dugaan jual beli jabatan di kementerian yang dipimpin oleh kadernya, Kementerian Agama. (ANTARA FOTO/Reno Esnir) |
Modus Jual Beli Jabatan
Salah satu bentuk intervensi partai dilakukan dengan menempatkan kadernya yang lain sebagai staf khusus sang menteri. Kader partai yang menjadi staf itu biasanya menjadi operator mencari orang-orang yang ingin mengisi jabatan pimpinan tinggi dengan memberikan uang.
"Itu iya, kalau itu ketua umumnya langsung yang bergerak," kata Sofian.
Sofian menyatakan tantangan ke depan dalam mewujudkan pengisian jabatan pimpinan tinggi yang bersih adalah intervensi partai politik kepada kadernya yang menjadi menteri. Ia berharap pemerintah ke depan bakal memilih menteri-menteri dari kalangan profesional.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Sofian menambahkan pihaknya juga sudah membangun sistem untuk mencegah jual beli jabatan, yakni Sistem Informasi Jabatan Pimpinan Tinggi (SIJAPTI). Menurut Sofian, lewat sistem itu proses seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di kementerian atau lembaga bisa terpantau bila terjadi kecurangan.
"Sekarang ini sudah hampir 30 persen pengisian jabatan pimpinan tinggi dari 22 ribu tadi sudah melalui sistem ini. Kalau sudah 100 persen ini akan lebih baik," katanya.
Diketahui, enam parpol pendukung pemerintah saat ini memiliki beberapa kursi di Kabinet Kerja. Pertama, PDIP, memiliki kader yang memimpin Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta Sekretariat Kabinet.
Ketiga, Partai NasDem, dengan tiga kursi di kabinet, yakni di Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kejaksaan Agung.
Keempat, Partai Golkar yang punya dua kursi di kabinet, yakni Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial.
Kelima, PPP dengan satu kader di Kementerian Agama. Keenam, Partai Hanura, dengan satu kursi di Kemenkopolhukam.
[Gambas:Video CNN] (fra/arh)
Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy terkena OTT KPK dalam kasus dugaan jual beli jabatan di kementerian yang dipimpin oleh kadernya, Kementerian Agama. (
Foto: CNN Indonesia/Fajrian