Rocky sebelumnya merespons pernyataan Menko Polhukam Wiranto bahwa penyebar hoaks bisa dijerat dengan UU Terorisme. Aktivis dan pengajar filsafat itu kemudian menggarisbawahi bahwa Jokowi juga bisa dijerat dengan UU Terorisme terkait janji menghadirkan mobil Esemka, tapi sampai sekarang tidak terealisasi.
"Rocky Gerung sedang berusaha melucu. Menghibur para pendukung Pak Prabowo yang galau karena segala cara sudah dilakukan tapi masih kalah jauh dari Pak Jokowi," ujar Antoni kepada CNNIndonesia.com, Kamis (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi biarkan saja Rocky bermain sirkus kata-kata, mudah-mudah menenangkan hati pendukung Pak Prabowo sehingga mereka bisa terima kekalahan dengan tersenyum," ujarnya.
"Rocky itu siapa? Siapa dia? Jika pernyataannya tidak bermutu buat apa ditanggapi," kata Johnny lewat pesan singkat.
Rocky sebelumnya mengkritik wacana yang dilontarkan Menko Polhukam Wiranto soal ancaman UU Terorisme terhadap pelaku hoaks.
Rocky beranggapan Presiden Joko Widodo dalam hal ini bisa turut kena jerat UU Terorisme jika wacana tersebut diberlakukan. Hal itu disampaikan Rocky menanggapi janji Jokowi menghadirkan mobil Esemka yang tak kunjung terealisasi.
"Kan itu konsekuensi-konsekuensi dari cara berpikir hukum yang otoriter akan kena dirinya sendiri," kata dia.
Bukan hanya Jokowi yang juga capres petahana dalam Pilpres 2019, Rocky pun menuding cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin pun bisa terjerat UU Antiterorisme seperti yang digagas Wiranto.
"Siapa lagi yang kena selain presiden, ya Pak Ma'ruf Amin yang juga mengaminkan akan ada produksi Esemka bulan Oktober lalu," kata pria yang dikenal sebagai pengajar filsafat tersebut. (osc/dea)