"Kemarin keputusan berapa ojek? Rp2.000 per kilo. Jaraknya berapa? 16 kilo, kali Rp2.000 sama dengan Rp32 ribu. Murah mana? MRT," kata Anies di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain lebih murah, Anies berkata MRT jauh lebih nyaman ketimbang ojol.
MRT juga disebut lebih unggul ketimbang kendaraan pribadi.
Masyarakat yang menggunakan kendaaran pribadi disebut Anies masih menghitung biaya bahan bakar dan parkir. Tidak demikian dengan penumpang MRT.
"Jadi bagi masyarakat kalau melihat harga itu jangan harga lawan 0, tapi harga dibandingkan moda transportasi lain termasuk kalau pribadi," tegas dia.
Anies dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sudah menyetujui tabel tarif MRT yang dimulai dari harga Rp3.000 hingga Rp14 ribu.
Anies berujar bahwa tarif itu sudah final dan segera akan dibuat Peraturan Gubernur.
"Itu diskusikan sama anggota dewan aja. Nanti kita bikin Pergub, nanti begitu surat dari dewan sudah ada kita buat pergubnya," kata dia.
Batas bawah tarif paling rendah ditetapkan sebesar Rp1.850 per kilometer, sedangkan batas atas tarif paling tinggi ditetapkan sebesar Rp2.600 per kilometer. (ctr/wis)