Mardani 'Bela' Jokowi Soal Amplop Jempol Serangan Fajar

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 19:16 WIB
Wakil Ketua BPN mengatakan perlu penelusuran lebih lanjut untuk membuktikan tuduhan amplop serangan fajar kubu Jokowi-Ma'ruf. Bowo Sidik Pangarso keluar dari Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan rompi oranye setelah diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jakarta, Kamis 28 Maret 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua BPN pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera, 'membela' pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, terkait perkara suap dan gratifikasi yang menjerat politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Bowo diduga menerima suap dan gratifikasi untuk 'serangan fajar' dalam 400 ribu amplop berisi pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu dengan total Rp8 miliar jelang Pemilu 17 April. Di bagian luar amplop disebut tertera gambar cap jempol.

Jempol kini merupakan gambaran dari calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.


"Tidak boleh ada asumsi tapi didalami saksama. Tentu harus didetailkan apakah ini TSM (terstruktur, sistematis, masif). Kalau itu bisa pada pembatalan. Tapi kalau ini inisiatif pribadi kan tidak bisa," ujar Mardani di Jakarta, Sabtu (30/3).

Mardani menyatakan 400 ribu amplop jumlah yang melebihi batas wajar memenangkan Pemilihan Legislatif.

Seorang caleg biasanya hanya membutuhkan 80 ribu suara. Dalam Pileg 2014, Bowo Sidik berhasil masuk parlemen dengan 66.909 suara.

Namun, politikus Partai Keadilan Sejahtera ini tak mau masyarakat atau pihak tertentu langsung menyimpulkan amplop itu untuk pemenangan capres tertentu. Menurutnya, politik uang musuh bersama dalam dunia politik.

Oleh sebab itu, ia tak mau berandai-andai pasangan Jokowi-Maruf terdiskualifikasi akibat permasalahan itu, karena memerlukan penelusuran lebih lanjut--termasuk kerja sama antara KPU, Bawaslu, dan KPK, untuk membuktikannya.

"Saya tidak mau berpikir ke situ. Karena siapa tahu bukan hanya pihak sana, siapa tahu pihak-pihak sini juga ada. Makanya bongkar saja. Ini bukan musuh 01 atau 02 saja. Ini musuh bersama," kata Mardani.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan tidak ada cap jempol atau indikasi amplop tersebut untuk "serangan fajar" terkait pilpres.

Berdasarkan pengakuan Bowo Sidik, amplop itu disiapkan untuk kepentingan pribadi sebagai caleg.

[Gambas:Video CNN]

(chr/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK