Adu Gagasan Jokowi Vs Prabowo soal Pelayanan Publik

CNN Indonesia | Sabtu, 30/03/2019 21:52 WIB
Jokowi akan mengutamakan pemerintah yang cepat dalam melayani. Prabowo menyinggung kecepatan layanan tak berguna jika kekayaan negeri masih bocor ke luar. Prabowo dan Jokowi di debat keempat pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dua calon presiden (capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto beradu gagasan terkait wujud pemerintahan Indonesia ke depan bila kelak terpilih.

Jokowi mengatakan pemerintahan juga terkait dengan kecepatan, bukan sekadar pelayanan. Oleh karena itu, menurutnya, dibutuhkan reformasi terhadap sistem pelayanan yang berbasis elektronik.

"Namanya pelayanan bukan hanya melayani tapi juga kecepatan sehingga diperlukan reformasi dalam bidang pelayanan lewat pelayanan berbasis elektronik, e-goverment, e-procurement, dan e-budgeting sangat diperlukan untuk menyiapkan era digital ke depan," kata Jokowi dalam Debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3).


Jokowi mengatakan Indonesia harus disiapkan sebagai negara yang cepat dalam memutuskan dan merespons beragam perubahan. Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan dengan menjadikan sistem pelayanan pemerintahan yang berbasis elektronik tersebut.

"Diharapkan dengan kecepatan itu pemerintahan bisa cepat melayani dan merespons perubahan yang ada," ujar dia.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Prabowo menyinggung masalah kekayaan Indonesia yang mengalir ke luar negeri.

Menurutnya, hal tersebut merupakan masalah yang dihadapi Indonesia saat ini. Dia pun menyebut sistem sehebat apapun hanya akan menjadi indah saja bila tidak didukung dengan kemauan politik dari pemerintah.

"Masalah bangsa ini adalah kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia. Dengan sistem sehebat apapun, kalau tidak ada poitical will untuk mengubah arah orientasi ekonomi ya akan indah indah saja. Semuanya hebat, indah seolah-olah modern, efisien, cepat. Untuk apa cepat kalau kekayaan kita mengalir ke luar negeri," ujar Prabowo.
Prabowo sempat mengakui bahwa teknologi informasi merupakan hal vital bagi pemerintahan. Dia bahkan berkata pemerintahannya kelak bersama Sandiaga Uno akan mengutamakan penguatan teknologi informatika, terutama untuk mencapai transparansi.

Namun, menurutnya, semua hal itu harus berjalan efektif dan bersih dari korupsi," ujar dia.

"Jadi segala macam sistem yang baik, tapi kalau tujuannya tidak jelas, maka yang ingin kita capai adalah pemerintahan yang efektif dan bersih dari korupsi," katanya.
(tst/DAL)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK