Prabowo saat debat menyatakan bakal membela Pancasila hingga titik darah penghabisan. Itu ditegaskan Prabowo untuk membantah tudingan bahwa dirinya membela khilafah dan kelompok radikal.
Slamet menegaskan apa yang dikatakan Prabowo tersebut sejalan dengan komitmen PA 212.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang harus diperhatikan PKI yang jelas terbukti memberontak, mengkhianati bangsa. Kebangkitan PKI harusnya lebih diperhatikan. Sekarang, sesuatu yang masih di awang-awang, baru isu jadi masalah. Tapi yang jelas memberontak negara kok dilupakan," kata Slamet.
Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al Khaththath menyebut pernyataan Prabowo soal Pancasila menegaskan kesetiaan calon presiden nomor urut 02 itu kepada ideologi negara.
Terkait dengan pihak yang mengaitkan Prabowo dengan khilafah, Al Khaththath menduga mereka sebenarnya tak mengerti apa itu khilafah.
Al Khaththath menyebut upaya mengaitkan Prabowo dengan khilafah tak lebih dari manuver untuk menghambat langkah Ketua Gerindra di itu Pilpres 2019.
"Itu cuma jargon aja untuk halangi Prabowo jadi presiden, dimunculkan khilafah," ujar Al Khaththath.
Lihat juga:Prabowo: Pancasila Sudah Final |
Di momen lain, Prabowo juga menyinggung tuduhan miring dari pendukung Jokowi bahwa dirinya akan menerapkan sistem pemerintahan khilafah jika menang.
Prabowo merasa tuduhan tersebut tidak masuk akal. Dia menegaskan Pancasila sebagai ideologi negara sudah final.
"Bagaimana saya dituduh mengubah Pancasila, sungguh kejam, saya percaya Pak Jokowi tidak merestui itu," tutur Prabowo di panggung debat. (adp/wis)