Api mulai mendekati permukiman dilaporkan terjadi di kelurahan Sungai Sibam, kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Kebakaran lahan di dekat permukiman tersebut terjadi sejak Kamis (28/3) yang terus berlanjut hingga hari ini.
Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni, Edwin Putra mengatakan lahan yang terbakar mencapai 5 hektare. Tim Manggala Agni masih berjibaku memadamkan kebakaran agar tidak merembet ke permukiman warga yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi kemarau di wilayah Riau akan dimulai pada April. Antisipasi kebakaran dipersiapkan terhadap hutan dan lahan yang sifatnya sangat kering.
"Antisipasi kita di April minggu kedua mulai kegiatan patroli terpadu di lokasi rawan karhutla selama beberapa hari," ujarnya.
Titik patroli kemungkinan dilakukan di wilayah Kabupaten Kampar, di Rimbo Panjang. Sedangkan di Kota Pekanbaru ada di kelurahan Karya Indah, Air Hitam, kemudian di perbatasan Kampar dengan Sumatra Barat. Dikatakan Edwin, tim gabungan akan disebar ke lokasi teraebut serta pendirian posko untuk melakukan pemadaman karhutla.
Seperti diketahui, sejak Januari hingga Maret 2019, luas lahan yang terbakar di Provinsi Riau mencapai 2.830,19 hektar. Sedangkan kebakaran paling luas terjadi di Kabupaten Bengkalis yang mencapai 1.277.83 hektar.
Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Bengkalis dilanda kebakaran sepanjang awal 2019 ini di mana kondisi terparah tercatat di Pulau Rupat, Bengkalis. Pulau yang mayoritas berkontur gambut tersebut sepanjang Februari kemarin terbakar hebat dan menyebabkan asap tebal hingga meluas ke Kota Dumai.
Selain Bengkalis, kebakaran juga terjadi di tiga wilayah lainnya di pesisir timur Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di antaranya Rokan Hilir dengan luas 407 hektare, Meranti 222,4 hektare, serta Dumai 192,25 hektare.
Lihat juga:FOTO : Berjibaku Memadamkan Karhutla di Riau |
(byd/ain)