Sebelumnya, Hashim menyebut Partai Amanat Nasional (PAN) bakal diberikan 7 jabatan menteri jika Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang pilpres. Sementara PKS akan diberi 6 kursi. Sedangkan partai lain seperti Demokrat masih dalam tahap diskusi.
"Partai Demokrat menyarankan pada Hashim untuk belajar dari Perang Uhud. Jangan berebut rampasan perang sebelum yakin perang dimenangkan," kata Andi saat menghubungi CNNIndonesia.com, Senin (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat salah informasi intelijen seolah-olah perang sudah menang. Saat ambil rampasan perang, pasukan lawan menyerbu dan menggagalkan kemenangan," ujar Andi.
"Opsi kursi menteri itu tidak etis dibicarakan sebelum koalisi menang. Jadi bagi partai demokrat dibicarakan saja nanti setelah menang," kata Andi.
Lebih jauh Andi menyebut, partainya tidak mendambakan jatah jumlah menteri seperti yang dijanjikan kepada PAN. Padahal, Andi mengklaim, Demokrat memang pernah diajak bicara soal jatah menteri, namun partainya menolak karena lebih baik fokus memenangkan kontestasi.
"Partai Demokrat saat mendukung Pak Prabowo memang ditawari beberapa posisi menteri. Namun, Partai Demokrat tidak memilih untuk membahasnya," kata Andi.
"Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada tujuh menteri, enam untuk PKS," kata Hashim saat ditemui di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta, Senin (1/4). (bmw/osc)