Juru bicara KPK Febri Diansyah menegaskan bahwa tak satu pun di KPK punya hubungan dengan kelompok politik mana pun. Baik unsur pimpinan sampai pegawainya 'bersih' dari keterlibatan dengan partai politik.
"KPK mulai dari unsur pimpinan sampai pada unsur pegawai memastikan tidak akan terkait pada kelompok politik praktis mana pun," ujar Febri saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Senin (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan tarik KPK ke isu politik praktis karena itu hanya akan merugikan upaya pemberantasan korupsi kita," imbuhnya.
Aktivis berdemo mempertanyakan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang tak kunjung terungkap. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Ini yang lebih penting diupayakan agar teror-teror terhadap penegak hukum tersebut tidak kemudian ditutupi oleh isu-isu yang tidak substansial," pungkas Febri.
Baru-baru ini beredar rumor bahwa Novel diklaim sebagai 'orang' Gerindra. Belum lama juga, nama Novel Baswedan disebut oleh petinggi Gerindra masuk radar capres nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk dijadikan sebagai Jaksa Agung.
Andre Rosiade, juru bicara BPN Prabowo-Sandi menyebut Novel bersanding dengan nama-nama beken yang pernah menukangi KPK seperti Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto sebagai calon Jaksa Agung jika Prabowo terpilih sebagai presiden.
Aktivis berdemo mempertanyakan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang tak kunjung terungkap. (CNN Indonesia/Andry Novelino)