Ia menyebut setidaknya ada tiga alasan bahwa tudingan Rizieq itu memiliki dasar argumentasi yang lemah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, ada sejumlah alasan bahwa tudingan Rizieq itu tak berdasar. Pertama, Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Konsulat Jenderal RI Jeddah belum mempublikasikan nomor kontak Panitia Kotak Suara Keliling (TPS) di kota-kota kecil Arabi Saudi.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Kedua, lumbung suara WNI yang tak terlalu besar di Arab Saudi dan, apalagi, di kota-kota kecilnya.
"Dibandingkan [DPTLN] negara Malaysia dan Hong Kong, jumlah DPTLN di Saudi Arabia tidak ada apa-apanya. Jadi kalau mau bermain curang, untuk apa jauh-jauh ke Saudi Arabia? Mendingan di Malaysia dan Hong Kong yang jumlah DPTLN-nya ratusan ribu," tutur dia.
"Kalau kita punya niat mau bermain curang, untuk apa di kota-kota kecil yang jumlah DPTLN-nya kecil? Mendingan di kota-kota besar," ia menambahkan.
Ketiga, parpol di luar negeri mengalami keterbatasan dalam hal logistik. Walhasil, pihaknya lebih mengandalkan militansi kader lewat kampanye door to door dan urunan dana.
"Mau suap bagaimana, untuk penyediaan logistik saja perwakilan parpol dan relawan di Saudi Arabia bahu membahu patungan dari koceknya masing-masing?" aku Sharief.
Terlepas dari itu, pihaknya menyebut pernyataan Rizieq itu beralasan karena risau dengan dukungan terhadap Jokowi dari WNI yang bekerja di Arab Saudi.
[Gambas:Youtube]
"Mungkin itu hanya bentuk kekhawatiran beliau, melihat banyaknya dukungan pekerja migran Indonesia di Saudi Arabia kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dan itu hal yang wajar, dikarenakan Pekerja Migran Indonesia di Saudi Arabia merasakan hasil kerja Pemerintahan Presiden Jokowi," tandas dia.
Sebelumnya, Rizieq mengaku mendapat informasi bahwa parpol pengusung Jokowi mengontak ketua-ketua TPS di kota-kota kecil di Arab Saudi dan menawarkan fasilitas.
"Di antara mereka ada yang ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi, mereka ditawarkan sejumlah uang sejumlah fasilitas, dengan syarat kalau mereka mau apa yang mereka minta, yaitu seluruh kertas suara yang diperuntukan bagi WNI di kota-kota kecil di Saudi semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi," urainya.
[Gambas:Video CNN] (arh/arh/gil)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi