"Cantrang itu kan banyak tipenya. Nah, sekarang dievaluasi cantrang mana yang tidak boleh, misalnya yang merusak lingkungan, net (jaring)-nya terlalu tipis sehingga [sehingga] semuanya dikeruk, ya enggak boleh," tuturnya, di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Senin (1/4) malam.
Lihat juga:BPK: Pelarangan Cantrang Kurang Persiapan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di IPB sendiri masih ada silang pendapat mengenai ini, ya kita suruh buat [studi]," ujar dia.
Demo nelayan terhadap kebijakan pelarangan cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. (ANTARA FOTO/Ardiansyah) |
Luhut pun mengaku sudah mengabarkan hal itu kepada pihak Susi terkait koordinasi dengan KKP. "Ya adalah, kita beritahu mereka," ucapnya.
Selain soal cantrang, Luhut juga menyinggung soal kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan. Yang perlu diperbaiki, kata dia, adalah soal pengawasan.
"Ngapain sih mesti dibom-bom terus kalau ada kapal bisa dipakai, kenapa sih?" cetusnya.
Menurutnya, kapal-kapal itu sudah menjadi milik Indonesia setelah disita. Perlakuan terhadap kapal-kapal itupun seharusnya tak seperti kepada kapal asing pencuri ikan.
Petugas gabungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan TNI AL menenggelamkan 10 kapal asing pencuri ikan, di Batam, Kepulauan Riau, 2016. (ANTARA FOTO/M N Kanwa) |
"Sekarang kamu ada kapal buatan luar negeri, sudah kau beli 100 persen, ya enggak boleh lagi diperlakukan dia kapal asing," kata dia.
Terkait temuan KKP bahwa kapal asing pencuri ikan yang ditangkap kembali muncul di perairan setelah dibeli lewat lelang, Luhut mengaku tak tahu. Dia hanya menyebut hal itu tak diperbolehkan.
"Enggak tahu, saya belum tahu, belum pernah dengar," aku dia.
Soal perbedaan pendapat di internal kabinetnya itu, Presiden Jokowi mengaku sama-sama mendukung kedua menteri itu.
"Semua saya dukung," tutur Jokowi, sambil tertawa, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (10/1/2018).
"Setiap Menteri punya kebijakan untuk kebaikan. Tidak ada (kebijakan) untuk kejelekan," ujar dia.
Namun, Jokowi menegaskan pemerintah ingin meningkatkan ekspor ikan.
"Saya sampaikan ke Bu Susi, sekarang konsentrasinya ke industri pengolahan ikan, terutama mendorong ekspor ikan karena ekspor kita turun," ucap mantan Wali Kota Solo ini.
Kebijakan pelarangan cantrang ini berulangkali menuai unjuk rasa dari kalangan nelayan. Sementara, kebijakan penenggelaman kapal, dalam sejumlah survei, sempat menjadi salah satu faktor pendongkrak kepercayaan terhadap pemerintah dan elektabilitas Jokowi serta Susi.
[Gambas:Video CNN] (ulf/arh)
Demo nelayan terhadap kebijakan pelarangan cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. (
Petugas gabungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan TNI AL menenggelamkan 10 kapal asing pencuri ikan, di Batam, Kepulauan Riau, 2016. (