Hal itu disampaikan Ahmad saat menjadi saksi dalam sidang kasus tersebut, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah satu jam menunggu, Ahmad kembali mengantar Ratna dan kedua temannya tadi. Selama perjalanan itulah ia mendengar bahwa ada rencana konferensi pers dari Prabowo mengenai isu pemukulan yang dialami Ratna.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
"Yang saya dengar katanya ibu sebenarnya tidak setuju adanya jumpa pers makanya ibu tidak ikut," imbuh dia.
Jaksa terus mencecar Ahmad soal keberadaannya di Kranggan tersebut. Sejumlah pertanyaan dilontarkan untuk Ahmad terutama mengenai sosok-sosok yang pernah disebut ada dalam pertemuan tersebut, seperti Prabowo, Amien Rais, Said Iqbal, Nanik Sudaryanti, juga Fadli Zon.
Terkait kesaksian Ahmad itu, Ratna membantah. Ia menjelaskan bahwa yang membuatnya keberatan bukan soal jumpa pers itu sendiri.
"Lalu jumpa pers Prabowo, saya tidak pernah mengatakan keberatan dengan jumpa pers itu, tapi saya keberatan menghadiri," timpal Ratna singkat.
Sebelumnya, Ratna Sarumpaet disangkakan dalam kasus penyebaran berita bohong soal penganiayaan oleh sekelompok orang di Bandung, 21 September 2018. Kasus ini kemudian digoreng boleh kubu oposisi untuk menyerang aparat pemerintah. Konferensi pers bahkan digelar oleh Prabowo untuk membela Ratna.
Capres Prabowo Subianto (tengah) memberikan keterangan pers mengenai dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet, di kediamannya, Jakarta, Selasa (2/10/2018). Saat itu, Prabowo mendesak Polri mengusut kasus Ratna. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta) |
Dalam konferensi pers itu, ia juga mengaku sempat bertemu Prabowo, Fadli Zon, Amien Rais, dan Djoko Santoso, di Lapangan Nusantara Polo Club di Kranggan, Gunungputri, Bogor, yang juga dekat dengan kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor. Di lokasi itulah Ratna mengaku berbohong kepada para tokoh kubu 02 itu.
[Gambas:Video CNN] (bin/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Capres Prabowo Subianto (tengah) memberikan keterangan pers mengenai dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet, di kediamannya, Jakarta, Selasa (2/10/2018). Saat itu, Prabowo mendesak Polri mengusut kasus Ratna. (