Indo Barometer: Golput Kunci Gagalkan Kemenangan Jokowi

CNN Indonesia
Selasa, 02 Apr 2019 16:24 WIB
Indo Barometer angka golput di atas 40 persen dapat gagalkan kemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 karena pendukung Prabowo-Sandiaga lebih solid. Warga melintas di depan mural tentang seruan tak golput di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (6/3). (ANTARA FOTO/ Akbar Tado)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga survei Indo Barometer menyatakan pemilih yang tidak memberikan hak pilihnya alias golongan putih (golput) dapat menggagalkan kemenangan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto mengatakan ancaman ini bisa jadi nyata, apabila angka golput khususnya di kalangan pendukung Jokowi-Ma'ruf mencapai 40 persen.

"Kalau golput itu yang dirugikan Jokowi, karena pemilih Jokowi ini kunci untuk bisa membatalkan kemenangan beliau [Jokowi] adalah golput itu sendiri," kata dia, di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (2/4).

Hadi mengatakan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno justru tidak begitu dirugikan dengan angka golput yang tinggi. Hal itu karena pemilih paslon nomor urut 02 ini cenderung lebih solid ketimbang paslon 01.

Hal itu berbanding terbalik dengan kubu Jokowi-Ma'ruf yang mana banyak dari mereka cenderung masih bingung dan belum solid dalam memutuskan pilihan.

Pasangan Prabowo-Sandiaga disebut tak banyak terpengaruh golput karena para pendukungnya lebih solid.Pasangan Prabowo-Sandiaga disebut tak banyak terpengaruh golput karena para pendukungnya lebih solid. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
"Karena kalau dilihat dari pengalaman dan sebagainya dengan catatan track record koalisi Prabowo Gerindra-PKS itu lebih solid. Terbukti di Jabar dan di Jateng, pilkada kemarin," kata Hadi.

Ia memaparkan terdapat sejumlah alasan yang membuat pemilih untuk golput. Pertama pemilih masih bingung dengan kedua paslon yang ada. Kedua pemilih malas untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), ketiga pemilih yang harus bekerja di luar kota. Keempat, pemilih kecewa dengan kedua paslon.

"TKN (Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf) harus menekan angka golput tersebut, jadi harus kerja keras di sisa waktu yang ada ini," kata Hadi.

Lewat sejumlah pernyataannya, kubu Jokowi-Ma'ruf kerap menyerukan atau bahkan menentang keras golput. Misalnya, Ketua Umum PDIP megawati Soekarnoputri yang menyebut pihak yang golput untuk berhenti jadi WNI.

Meski Golput mengancam, Jokowi-Ma'ruf masih unggul di berbagai survei.

Indo Barometer mencatat Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan suara 50,8 persen atau selisih 18,8 persen dengan pasangan Prabowo-Sandiaga yang mencapai 32 persen.

Selain itu, survei CSIS, pada Maret, mencatat Jokowi-Ma'ruf unggul 18,1 persen dari Prabowo-Sandiaga.

Selanjutnya di survei Charta Politica, pada awal Maret, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan selisih 18,2 persen. Begitu juga dengan hasil survei Vox Populi Jokowi- Ma'ruf unggul dengan selisih 20,5 persen.

[Gambas:Video CNN] (SAH/arh)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER