Jumlah responden dari kalangan FPI ini berjumlah 0,9 persen dari 1.200 responden.
"Jadi di pemilu ini dari FPI tak mutlak dukung Prabowo-Sandi tapi terbelah juga ke Jokowi-Ma'ruf," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantornya saat menyampaikan hasil survei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara besarnya dukungan simpatisan FPI pada Prabowo-Sandi, kata Ardian, tak lepas dari dukungan imam besar FPI Rizieq Shihab kepada paslon nomor urut 02 itu.
Di sisi lain, Jokowi-Ma'ruf unggul di simpatisan NU yakni 62,4-68,8 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi hanya meraih 31,2-37,6 persen.
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Hasil survei menunjukkan, pada responden beragama Islam, calon petahana unggul 55-61,4 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 38,6-45 persen.
Di kalangan selain Islam, Jokowi-Ma'ruf juga unggul hingga 80 persen mengalahkan Prabowo-Sandi yang hanya memperoleh 25 persen.
Margin of error dari survei ini sebesar 2,8 persen. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode focus group discussion (FGD), analisis media, dan wawancara mendalam.
Secara umum elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi masih jauh. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dalam rentang 56,8-63,2 persen. Sementara Prabowo-Sandi 36,8-43,2 persen. Terdapat selisih dua digit atau sekitar 20 persen.
Prabowo-Sandi selama ini dikenal didukung oleh Ijtimak Ulama, termasuk di dalamnya tokoh-tokoh FPI dan PA 212. Imam Besar FPI Rizieq Syihab juga selama ini dikenal mendukung Prabowo-Sandi.
FPI belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Saat dihubungi juru bicara FPI Slamet Maarif belum memberikan respons.
Sekretaris Umum FPI Munarman juga belum merespons untuk dimintai klarifikasi. (psp/sur)
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)