Dia menduga survei tersebut dilakukan di Planet Mars, karena tidak ada satu pun anggota FPI yang merasa pernah menjadi responden dalam survei LSI Denny JA.
"Terkait FPI, ini juga lucu, sampai hari ini tidak ada satu pun dari anggota FPI yang merasa pernah menjadi responden LSI Denny JA. Jangan-jangan FPI Planet Mars itu," kata Munarman lewat pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan yang disurvei bukan anggota FPI, kok tiba-tiba disebut berbeda sikap antara pimpinan dengan responden yang disurvei. Kan enggak nyambung gitu," ujar dia.
Dia berpendapat, pola-pola penyesatan berpikir seperti ini hanya bisa dilakukan di kalangan orang-orang dungu atau atau tidak bisa membedakan antara pembentukan opini dan persepsi dengan fakta.
"Intinya, pola kerja permainan opini seperti yang dilakukan oleh LSI Denny JA ini hanya laku di kalangan kaum tak bernalar," tutur Munarman.
Sebelumnya, responden survei LSI Denny JA yang berasal dari simpatisan FPI mayoritas memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yakni dalam rentang 52,4 hingga 58,8 persen.
Namun mereka yang memilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin cukup signifikan yakni di rentang 41,2-47,6 persen. Jumlah responden dari kalangan FPI ini berjumlah 0,9 persen dari 1.200 responden.
"Jadi di pemilu ini dari FPI tak mutlak dukung Prabowo-Sandi tapi terbelah juga ke Jokowi-Ma'ruf," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa.
Ardian mengatakan Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan dari kalangan FPI karena stigma tak ramah Islam pasangan nomor urut 01 ini mulai terkikis.
"Secara angka memang tidak terlalu jauh. Mengapa (ada FPI yang dukung) karena persepsi bahwa Jokowi-Ma'ruf tidak ramah Islam dan ulama lambat laun semakin terkikis," kata Ardian.
Sementara besarnya dukungan simpatisan FPI pada Prabowo-Sandi, kata Ardian, tak lepas dari dukungan imam besar FPI Rizieq Shihab kepada paslon nomor urut 02 itu.
[Gambas:Video CNN] (mts/dal)