Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jendral Dedi Prasetyo mengatakan A terlibat dalam merencanakan serangan teror di Solo dan Surabaya pada tahun 2018 lalu.
"Ini bukan hanya sekali melakukan tindak pidana terorisme, tetapi dia sudah beberapa kali dan sudah juga divonis terkait masalah kejadian di Solo, dan juga ada keterlibatan di Surabaya," kata Dedi Mabes Polri Jakarta, Kamis (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini polisi sedang melakukan pengembangan dengan mengumpulkan barang bukti aksi teror yang dilakukan A.
Sebelum menangkap A, Densus juga sudah menangkap sekitar enam hingga delapan terduga teroris yang merupakan anak buah WP. Penangkapan tersebar di beberapa titik yakni ada di Jabar, Jatim, dan Jateng.
"Berapa orang yang mereka libatkan, sasaran kendaraan di mana, lokasi ATM- nya di mana, sudah matang. Di Jatim rencana penyerangan mereka ya secepatnya, tapi sudah ketangkep si WP," tutup dia. (ctr/osc)