Informasi bohong itu beredar di media sosial dalam bentuk video dan menyatakan ada mantan staf Jokowi di Solo yang membongkar keberadaan server KPU di luar negeri. Dalam video disebutkan jika server yang bermarkas di Singapura telah di-setting untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan suara 57 persen.
Komisioner KPU Arief Budiman membantah semua informasi itu. KPU pun mengambil tindakan dengan melaporkan video hoaks itu ke polisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak benar bahwa server KPU di luar negeri. Di dalam negeri dan dikerjakan oleh anak-anak bangsa sendiri," jelas Arief.
"Hasil scan form c1 selanjutnya diunggah ke website KPU, dilakukan setelah penghitungan suara selesai di TPS. Jadi pada dasarnya hasil suara di TPA sudah diketahui lebih dulu oleh publik," ujar Arief.
"Semua pihak juga diberikan kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam form c1 pleno," katanya.
[Gambas:Video CNN] (ctr/ugo)