Hal itu disampaikan ketika menanggapi pertanyaan soal pengaruh isu riset dan lingkungan yang kerap disampaikannya terhadap elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
"Sudah banyak hal yang dilakukan. Apapun juga tidak bisa saya mengatakan kalau umpannya dari pihak sana sepertinya memberikan nuansa bahwa dalam satu hari, dalam seketika sebuah persoalan itu solusinya bisa satu hari (selesai), di balik begitu saja," ujar Mega usai meresmikan Kebun Raya Kuningan, Jawa Barat, Kamis (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya katakan hal itu dijalankan oleh pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Jokowi (Joko Widodo)," ujarnya.
"Kalau ini enggak cocok ini ganti saja. Padahal tidak bisa begitu, apakah sudah ada sebuah hal yang sangat praktis yang akan menentukan bahwa kalau ada pergantian akan menyelesaikan persoalan?," tanya Mega.
"Saya berani ngomong, ndak akan," ujar Mega menambahkan.
Mega menambahkan dirinya mengklaim selalu mengajarkan bahwa politik merupakan bagian dari kehidupan. Sehingga, ia berkata politikus tidak boleh sangat pragmatis terhadap kehidupan.
"Dengan demikian (Saya) ingin menyadarkan rakyat bahwa daripada juga penyebaran hoaks, namanya kebencian," ujarnya.
Lebih dari itu, Mega mengaku pemilu saat ini berbeda dengan pemilu sebelumnya. Ia merasa nuansa pemilu saat ini cenderung digunakan untuk memecah masyarakat.
"Dengan demikian, ini kan bagian dari penyejukan bahwa bisa dengan cara-cara seperti ini dilakukan. Dari pada kita teriak-teriak lalu memberikan pada warga masyarakat hal-hal yang menurut saya bukan karakter masyarakat Indonesia," ujar Mega.
[Gambas:Video CNN] (ugo/jps)