Menurut dia, pernyataan yang terungkap dalam cuplikan layar (screenshot) antara Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dengan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tersebut tidak benar.
"Tidak ada sama sekali, yang saya ketahui tidak ada sama sekali," kata Ferdinand kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan dukungan Ijtima Ulama agar Prabowo berdampingan dengan cawapres dari kalangan ulama karena menganggap mantan Danjen Kopassus itu lemah tentang Islam. Selain orang-orang di lingkaran Prabowo banyak yang ketakutan terhadap Islam alias Islamofobia.
Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Dia bawa nama SBY yang merupakan negarawan, SBY tidak Islamofobia, dia [SBY] bersahabat dengan semua kelompok. [Saat SBY jabat presiden] keberagaman sangat tinggi, semua diselesaikan dengan hukum berlaku," ujar dia.
Ferdinand mengatakan permainan politik yang tengah dimainkan oleh Yusril saat ini bukan gaya baru. Menurut dia, hal ini pernah dimainkan Yusril saat menghina Presiden Joko Widodo secara habis-habisan dulu.
"Saya masih ingat Yusril ejek Jokowi [dengan mengatakan] segoblok-gobloknya dia presiden kita. Sekarang, Yusril bela mati-matian orang yang pernah dia cemooh goblok," tutur Ferdinand.
Sebelumnya, Yusril mengungkap transkrip percakapannya dengan Rizieq di aplikasi WhatsApp yang meragukan keislaman Prabowo. Yusril menegaskan transkrip percakapan itu merupakan bukti bahwa dirinya tak menyebarkan kebohongan. Ia menyatakan bukti percakapan tersebut asli.
"Dukungan Itjima untuk PS [Prabowo Subianto] harus berdampingan cawapres ulama justru karena kita tahu PS lemah tentang Islam dan lingkarannya pun masih banyak yang Islamophobia," kata Rizieq dalam tangkapan layar pembicaraan mereka.
Namun dalam video yang diunggah di kanal Front TV, Rizieq membantah berkomunikasi secara intens dengan Yusril. Rizieq mengklaim intensnya komunikasi itu dilakukan sebelum proses ijtimak ulama maupun bursa peserta Pilpres 2019.
[Gambas:Video CNN] (mts/pmg)
Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (CNN Indonesia/Hesti Rika)