Kondisi Empat Polisi Ditusuk Terduga Teroris Mulai Membaik

CNN Indonesia | Jumat, 05/04/2019 16:57 WIB
Kondisi Empat Polisi Ditusuk Terduga Teroris Mulai Membaik Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan para petugas yang mengalami luka tusukan terduga teroris di Batujajar saat ini masih menjalani perawatan medis dan sudah membaik. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan ada empat petugas polisi yang mengalami luka tusuk akibat serangan terduga teroris di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Saat ini, kata Dedi, para petugas itu masih menjalani perawatan medis.

"Kondisinya sedang dirawat, alhamdulillah sudah cukup membaik. Sekarang dari Densus masih melakukan pendalaman beberapa tersangka yang udah diamankan," ujar Dedi saat dikonfirmasi, Jumat (5/4).

"Terluka ya akibat benda tajam pada saat lakukan upaya paksa [pengamanan]," sambung perwira polisi bintang satu tersebut.


Kemarin malam, Dedi mengabarkan pihaknya mengamankan seorang terduga teroris di Batujajar. Dalam upaya tersebut, kata dia, ada anggota Brimob yang tergabung dalam Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengalami penusukan oleh terduga teroris.


Dedi mengatakan terduga teroris berinisial SHS itu termasuk ke dalam jaringan kelompok militan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Barat.

"SHS termasuk JAD Jabar dengan Amir A yang terkoneksi dengan JAD Sibolga AH," kata Dedi saat dikonfirmasi, Jumat (5/4).

Penangkapan SHS dilakukan Densus 88 di Kampung Cibungur, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Dedi menuturkan penangkapan terhadap SHS merupakan pengembangan dari tertangkapnya terduga teroris berinisial WP alias Sahid dan A.

Dedi mengungkapkan SHS merupakan salah satu dari sejumlah anggota kelompok A yang tengah diburu tim Densus 88.

"SHS itu bagian dari kelompok JAD Jawa Barat yang kami kejar, kelompok mereka kan jumlahnya enam sampai delapan orang," ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan saat ini Densus 88 tengah melakukan pemeriksaan terhadap SHS guna mengembangkan kasus tersebut.

Sebelumnya Densus 88 Anti Teror telah menangkap seorang terduga teroris berinisial A. A diketahui pernah terlibat dalam merencanakan serangan teror di Solo dan Surabaya pada tahun 2018 lalu.

"Ini bukan hanya sekali melakukan tindak pidana terorisme, tetapi dia sudah beberapa kali dan sudah juga divonis terkait masalah kejadian di Solo, dan juga ada keterlibatan di Surabaya," kata Dedi Mabes Polri Jakarta, Kamis (4/4).

Dedi juga menyebut A terlibat dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Penangkapan A merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris WP alias Sahid di Bandung, Jawa Barat beberapa hari lalu.

Dari penangkapan itu, juga diketahui bahwa A merupakan salah satu pimpinan yang mengoordinasi sel-sel tidur kelompok teroris, termasuk kelompok WP.

(dis/kid)