"Ya saya kira, kalau namanya sebagai kontestan harus punya keyakinan menang. Tapi kan kita lihat saja sejumlah survei seperti apa," kata Ma'ruf di Rumah Situbondo, Jakarta, Sabtu, saat hendak bertolak ke Banten.
Ma'ruf menilai target yang ditetapkan Prabowo sangat besar. Padahal, kata dia, semua survei menunjukkan Jokowi-Ma'ruf lebih unggul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan menurut indikasi dari lembaga survei, Jokowi dan dirinya sudah menang dan saat ini keduanya sedang berupaya memperbesar jumlah kemenangan.
Prabowo mengingatkan para pendukungnya soal potensi kecurangan dalam pemil dan meminta seluruh pihak mengawasi proses pemilu.
Merespons perkataan ini, Ma'ruf menyebut penyelenggaraan pemilu sudah memiliki wasit dan pengawas yakni KPU dan Bawaslu sehingga yang harus dilakukan peserta pemilu adalah berusaha keras meraih kemenangan.
"Jangan seperti itu, (menargetkan) saya menang sekian, (seolah) kalau kalah berarti curang," ujar Ma'ruf.
Lembaga survei Indikator Politik menyatakan jika pemungutan suara Pilpres 2019 digelar hari ini, maka yang keluar sebagai pemenang adalah Jokowi-Ma'ruf dengan keunggulan 55,4 persen.
Sementara, berdasarkan survei LSI Denny JA pada Februari 2019, meski menang, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf mengalami penurunan di kantong pemilih Muslim.
Indo Barometer pun mencatatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul dengan selisih 18,8 persen dari Prabowo-Sandi, tak berbeda jauh dari survei CSIS yang menempatkan pasangan nomor urut 01 unggul 18,1 persen.
(vws/vws)