Karena itu, ia mendukung langkah KPU dalam melaporkan penyebaran berita bohong tersebut ke polisi. Menurutnya, kalau tidak dilaporkan ia khawatir berita bohong tersebut bisa membingungkan dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap KPU.
"Saya yakin, KPU tidak akan menggadaikan diri bagi kepentingan seperti itu. Dan dengan laporan cepat ini saya yakin polisi dapat segera mengungkap masalah ini sehingga hoaks tidak berkembang lagi," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video disebutkan jika server yang bermarkas di Singapura telah di-setting untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan suara 57 persen. Berita tersebut dibantah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Isi konten video itu, di mana menyebut bahwa server KPU diatur agar memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, tidak benar," kata Komisioner KPU Arief Budiman di Bareskrim Polri, Kamis (4/4).
Menurut Arief , semua server pemilu ada di dalam negeri. "Tidak benar bahwa server KPU di luar negeri. Di dalam negeri dan dikerjakan oleh anak-anak bangsa sendiri," jelas Arief.
[Gambas:Video CNN]
Kata Arief, proses perhitungan suara dilakukan dengan sistem rekapitulasi secara manual. Kemudian hasil rekapitulasi itu dibawa ke rapat pleno di tingkat kota, kabupaten, provinsi hingga nasional.
"Hasil scan form c1 selanjutnya diunggah ke website KPU, dilakukan setelah penghitungan suara selesai di TPS. Jadi pada dasarnya hasil suara di TPA sudah diketahui lebih dulu oleh publik," ujar Arief. (antara/agt)