Jurus 'Pantun' Jokowi Demi Raih Suara Pilpres di Sumatera

CNN Indonesia | Sabtu, 06/04/2019 16:56 WIB
Jurus 'Pantun' Jokowi Demi Raih Suara Pilpres di Sumatera Jokowi saat kampanye di Asahan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Jokowi mengeluarkan jurus 'pantun' demi meraih suara pilpres 2019 di pulau Sumatera. Jokowi selalu berpantun saat kampanye terbuka di beberapa wilayah di Sumatera.

Pantun  terbaru, ia bacakan saat kampanye terbuka di Gedung Serba Guna Kisaran di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (6/4).

"Tajam mata pedang diasah. Diasah tekun penuh harapan. Ini bukan datang biasa. Datang ke sini karena cinta Asahan," kata Jokowi.


Sebait pantun itu kemudian mengundang riuh rendah dari ribuan masyarakat Asahan yang datang ke kampanye terbuka Jokowi. Mayoritas peserta kampanye langsung mengelu-elukan nama Jokowi seraya mendoakan kemenangannya pada Pilpres 2019 nanti.


"Mantap, Pak Jokowi. Jokowi, Jokowi, Jokowi dua periode," teriak peserta kampanye.

Pantun tersebut tak hanya dibacakan Jokowi saat kampanye terbuka di tempat itu saja.  Ketika mengunjungi Kabupaten Deli Serdang di Sumut pada Jumat (5/4) malam misalnya, ia juga berpantun. Ia meminta dukungan kemenangan di pilpres 2019 dari masyarakat setempat dengan sebait pantun.

"Saya mau memulainya dengan sebuah pantun. Seuntai kapas menjadi benang. Benang ditenun menjadi kain. Kami datang ke Deli Serdang. Doakan menang Jokowi-Amin," tuturnya.

Beberapa hari sebelumnya pun begitu ketika menyambangi Kota Palembang di Sumatra Selatan dan Kota Dumai di Riau, Jokowi juga berpantun. Kedua kota itu memiliki darah Melayu yang kental, sehingga otomatis akrab pula dengan pantun.

[Gambas:Video CNN]

Sebelum memulai pidato kampanyenya, mantan gubernur DKI Jakarta itu membesarkan hati masyarakat kedua kota tersebut dengan berpantun.

"Ikan tawar, ikan cakalang. Dimasak hangat bermacam rasa. Apa kabar kota Palembang? Uwong kito galo luar biasa," tuturnya di Palembang.

"Bukan pedang sembarang pedang. Pedang dibawa dari Sukaramai. Bukan datang sembarang datang. Datang ku karena cinta kepada orang Dumai," ujarnya di Dumai.

Sebagai informasi, pantun memang merupakan budaya warisan masyarakat Suku Melayu di Sumatra khususnya yang menjadi penghuni kabupaten di pesisir utara Sumut. 

Tak hanya di Sumut, pantun sejatinya menjadi budaya warisan bagi mayoritas masyarakat di Pulau Sumatra. 


Jokowi pada Pilpres 2014 lalu berhasil menang di enam dari sepuluh propinsi di Sumatra. Meskipun demikian, perolehan suara mereka hanya 12.942.841, kalah 228.996 suara dengan Prabowo Subianto-Hatta yang berhasil mendapatkan 13.171.837.


(uli/agt)