Ma'ruf masih meyakini hasil survei banyak lembaga menyebut paslon 01 unggul dari paslon 02.
"Itu boleh saja, tapi kan kalau survei itu kita lihat kebanyakan lembaga survei seperti apa," ujar Ma'ruf usai berkampanye di Istora Senayan, Jakarta, Senin (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada satu dua itu berarti menyalahi pandangan umum. Artinya yang banyak, kalau bahasa ulamanya itu yang menjadi pendapat jumhur itu yang menjadi landasan," ujarnya.
Ketua Umum PKB Muhaimim Iskandar alias Cak Imin tidak percaya dengan hasil survei Puskaptis. Ia lebih percaya dengan banyak lembaga survei yang menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi.
"Kita buktikan survei yang lebih banyak lagi. Banyak survei justru menang 01," ujar Cak Imin di Istora Senayan, Jakarta.
Sebelumnya, hasil survei Puskaptis menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi unggul tipis dari Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
Survei yang digelar pada 26 Maret-2 April 2019 itu menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 47,59 persen. Sedangkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 45,37 persen, dan yang belum menentukan pilihannya sebesar 7,04 persen.
Pada Rabu (3/4), lembaga survei Indikator Politik menyebutkan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan angka 55,4 persen daripada Prabowo-Sandi yang hanya mengantongi 37,4 persen.
Sementara lembaga survei Indo Barometer mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi dengan silisih 18,8 persen. Selisih itu tak jauh berbeda dengan hasil survei lembaga CSIS yang mencatat Jokowi-Ma'ruf unggul 18,1 persen dari Prabowo-Sandi.
Lihat juga:Surat SBY dan Jubah Politik Islam Prabowo |
[Gambas:Video CNN] (jps/pmg)