Tak hanya menjadi kampung halaman, Jokowi juga pernah mengabdikan diri selama dua periode. Dengan jejaknya itu Jokowi tentu punya massa dan simpatisan yang sudah mengakar.
Sementara bagi capres 02 Prabowo Subianto, Solo menjadi simbol pertempuran merebut suara di Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai basis pendukung Jokowi dan PDI Perjuangan, partai utama pengusung Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perebutan simpati warga Solo akan mencapai puncaknya pada hari ini dan esok. Hari ini Jokowi berkampanye dan besok giliran Prabowo kampanye di sana. Kedunya menggelar kampanye akbar di Stadion Sriwedari.
"Solo tak hanya menjadi kampung halamannya, tapi Solo adalah saksi untuk Jokowi mengawali karier politiknya," kata Rafif saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Senin (8/4) malam.
Menurut Rafif, keputusan Jokowi menggelar salah satu kampanye akbarnya di Solo sudah tepat. Kehadiran Jokowi plus kampanye akbar di sana disebut Rafif akan semakin meneguhkan ikatan politik yang sudah terbentuk.
Ikatan politik yang menguat akan menyulitkan Prabowo menggoyang simpati warga Solo. Tetapi kans merebut simpati itu tetap ada. Sebab, kata Rafif, masyarakat kota Solo relatif dapat menerima ide-ide lain.
Upaya Prabowo menaklukkan Jawa Tengah disebut akan bergantung pada keberhasilannya merangkul warga Solo dalam kampanye akbar esok Rabu (10/4). (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Dengan kata lain, merebut simpati di Kota Solo sama dengan meruntuhkan salah satu benteng Jokowi di Jawa Tengah.
"Mengamankan Solo, berarti mengamankan pengaruh di Jawa Tengah. Bagi Prabowo, Solo adalah kesempatan paling utama untuk menggoyang dominasi Jokowi," kata dia.
"Meski hal ini akan sangat berat bagi Prabowo, mengingat soliditas PDIP di Jawa Tengah, serta posisi Gubernur Jawa Tengah yang merupakan kader dari PDIP," lanjutnya.
Rafif sendiri tak yakin ada isu atau strategi baru yang ditawarkan kedua paslon, terutama Prabowo Subianto.
Untuk Prabowo, Rafif menduga masih akan berjualan isu ekonomi dan penguasaan sumber daya oleh asing dan anti aseng.
"Sementara Jokowi akan menawarkan program-program baru yang dirasa penting untuk visi membangun sumber daya manusia ke depan, seperti kartu KIP Kuliah," kata dia.
Seperti warga di kota lain, Rafif menilai warga di kota Solo lebih tertarik dengan isu-isu dan program konkret. Berdasarkan penilaian itu Rafif menyebut ada baiknya bagi Prabowo untuk mengemas ulang isu secara lebih membumi.
"Prabowo perlu mengejawantahkan program ekonominya, sedangkan Jokowi perlu meyakinkan bahwa stimulus melalui kartu menjadi kunci pembangunan manusia Indonesia ke depan," ujar Rafif.
Pengamat Politik LIPI, Wasisto Rajardjo yang melihat bahwa Solo menjadi titik krusial bagi pemilih Jokowi maupun Prabowo. Lantaran Solo jadi salah satu basis pemilih nasionalis dan muslim yang sama-sama memiliki pengaruh kuat.
"Solo adalah basis tradisional pemilih nasionalis di Jateng dan juga basis potensial pemilih muslim di Jawa Tengah," kata dia.
Wasis menambahkan upaya menarik perhatian dan simpati masyarakat Solo akan tergantung kepada kinerja tim mereka. Strategi, kata dia, menjadi modal utama untuk mendapatkan dukungan di kota ini.
"Semua tergantung pendekatan masing-masing tim dalam melihat pemetaan pemilih daripada catch all malah yang itu bisa timbul konflik," kata dia. (tst/sur)
Upaya Prabowo menaklukkan Jawa Tengah disebut akan bergantung pada keberhasilannya merangkul warga Solo dalam kampanye akbar esok Rabu (10/4). (CNN Indonesia/Hesti Rika)