Dalam sejumlah kampanye terbuka beberapa waktu terakhir, Prabowo menggunakan kata-kata yang dinilai sejumlah kalangan kasar, seperti 'ndasmu' dan 'bajingan'. Prabowo juga menggebrak-gebrak podium saat kampanye di Yogyakarta. Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini menggunakan pilihan kata 'diperkosa' untuk menggambarkan kondisi ibu pertiwi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dia menyatakan penggunaan kata kasar oleh Prabowo tepat karena dilakukan di hadapan para pendukungnya. Pasalnya, kata-kata kasar kerap digunakan untuk menunjukkan kedekatan.
Para pendukung Prabowo-Sandiaga memadati kampanye akbar di GBK, Minggu (7/4). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta) |
"Ketika orang pakai kata kasar itu lebih dianggap familiar, kalau orang bisa pakai kata kasar artinya lebih dekat dengan kita. Bagi pendukungnya oke, karena sudah punya kedekatan. Problemnya pendukung Jokowi yang melihat kata kasar Prabowo ini," kata peneliti politik di lembaga KedaiKopi ini.
Kunto juga menilai langkah Prabowo menggunakan kata-kata bersifat kasar ini sejalan dengan upaya tampil dengan citra diri sebagai capres cerdas. Menurutnya, salah satu cara untuk mengasosiasikan hal itu adalah dengan tampil tegas yang kemudian memaki sebuah hal yang bersifat buruk.
"Kecerdasan itu bisa diasosiasikan berbagai cara, memaki itu dianggap tegas misalnya memaki koruptor," kata dia.
Lebih dari itu, Kunto menyampaikan bahwa penggunaan kata bersifat kasar oleh seorang capres sedang menjadi tren dalam beberapa waktu terakhir.
Dia berkata, beberapa capres yang pernah melakukan hal ini antara lain capres Amerika Serikat Donald Trump, capres Filipina Rodrigo Duterte, hingga calon perdana menteri India Narendra Modi.
Kunto menduga, penggunaan kata bersifat kasar itu menjadi tren karena masyarakat lelah dengan berbagai masalah yang terus terjadi.
"Karena yang dibutuhkan pemilih hari ini adalah ketegasan, mereka capek dengan ketidakadilan dan berbagai janji," tuturnya.
Namun, Kunto mengaku belum dapat memperkirakan dampak penggunaan kata bersifat kasar untuk tampil tegas ini terhadap elektabilitas Prabowo.
"Dalam berbagai kampanye yang ditampilkan Pak Prabowo, PDI Perjuangan mengamati adanya persoalan serius terkait kepemimpinannya," ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Selasa (9/4).
Hasto menuturkan kebiasaan Prabowo mengucapkan kata-kata kasar semakin meruntuhkan kredibilitas dan martabatnya sebagai pemimpin.
Selain itu, ia berkata sikap ego dan tampilan elite Prabowo, serta orang-orang di sekitarnya yang biasa dengan hoaks dan fitnah, semakin memperburuk keseluruhan tampilan politik yang seharusnya positif dan penuh hal-hal baik.
Hasto menyampaikan karakter pemimpin akan menentukan kultur positif dan martabat bangsa. Ia membandingkan tampilan Prabowo dengan Jokowi yang diklaim tampil apa adanya, merakyat, visioner, dan selalu bergulat dengan apapun persoalan rakyat,
Jokowi juga disebut Hasto selalu mengedepankan optimisme. Karakter Jokowi itu, lanjutnya, bisa menghasilkan kultur bangsa yang bergerak maju dan mengejar prestasi.
[Gambas:Video CNN] (mts/sur)
Para pendukung Prabowo-Sandiaga memadati kampanye akbar di GBK, Minggu (7/4). (