Kapolres Mimika Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto di Timika, Rabu (10/4), mengatakan investigasi tersebut melibatkan pihak PT Freeport dan Tim Inspeksi Tambang Kementerian ESDM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden longsor di area tambang bawah tanah Freeport itu terjadi saat sejumlah karyawan sedang melakukan perbaikan peralatan feeder yang mengalami kerusakan.
Sementara dua korban yang tewas adalah Taufiq Adnin Rasyad (40), jabatan Foreman DOZ-Ore Flow Ops dan Kawi Yanto Waroy (24) karyawan Ore Flow Support Crew. Keduanya tertimbun material longsor sejak Rabu (3/4).
Korban atas nama Taufiq Adnin Rasyad diketahui telah bekerja di PT Freeport selama lebih dari 20 tahun, sedangkan Kawi Waroy baru bergabung ke PT Freeport sejak Juli 2017.
Kedua korban telah dikebumikan di kampung halamannya masing-masing yaitu di Palopo, Sulawesi Selatan dan Sorong, Papua Barat.
Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan perusahaannya telah melakukan investigasi internal.
Riza mengatakan pihak manajemen Freeport terus mengingatkan seluruh karyawannya agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di tempat kerja.
(wis/sur)