Hal tersebut terungkap saat jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan rencana untuk bertemu terkait urusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bekasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Neneng, pemberian kepada Iwa tersebut berdasarkan inisiasi dari Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Bekasi Hendry Lincoln. Tujuannya, persetujuan substansi terkait RDTR di tingkat provinsi.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut pengurusan proyek Meikarta terjadi sebelum masa kepemimpinannya. (CNN Indonesia TV) |
Jaksa lalu bertanya tujuan pertemuan Hendry dengan Ridwan Kamil.
"Hendry Lincoln ingin supaya RDTR cepat selesai," jawab Neneng.
"Siapa yang ingin tanda tangan persetujuan substansi RDTR?" tanya jaksa.
"Kewenangan di provinsi," ujar Neneng.
Menanggapi pernyataan ini, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Jabar, Hermansyah, menegaskan bahwa tidak pernah ada pertemuan antara Ridwan Kamil dengan terdakwa penerima suap.
"Dipastikan tidak ada pertemuan yang terjadi sejak Pak Gubernur dilantik hingga saat ini," kata Hermansyah seperti tertera dalam siaran pers ayng diterima CNNIndonesia.com.
Eks Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (tengah), Deddy Mizwar (kiri), serta Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono (kanan) dalam sidang kasus Meikarta di Pengadilan Tipikor, Bandung, Rabu (20/3). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) |
"Sebagai gubernur baru, saya belum berpengetahuan secara mendalam terkait yang namanya Meikarta yang memang sejak Pilkada isunya melebar ke sana ke sini," katanya, di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (22/10).
Bupati Menyesal
Selain Neneng Rahmi, terdakwa lainnya yang duduk di kursi saksi yaitu Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin, eks Kadis PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin, eks Kadis PMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati, dan eks Kadis Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor.
"Soal status bupati, Anda sudah mengundurkan diri?" tanya pengacara terdakwa.
"Saya sudah mengundurkan diri tapi SK (surat keputusan dari Mendagri belum diterima," kata Neneng.
Kuasa hukumnya kembali bertanya apakah karena terjerat kasus ini ia berniat kembali jadi Bupati Bekasi.
Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengaku kapok menduduki jabatan politik. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa) |
"Tidak ingin," ucap Neneng sambil meneteskan air mata.
"Jabatan politik?" tanya pengacara lagi.
"Tidak mau," ujar Neneng.
"Lalu, apakah saudara menyesali perbuatan," tanya pengacara pada Neneng.
"Sangat besar (penyesalan)," ucap politikus Partai Golkar itu.
"Intinya saya merasa bersalah," ujar mantan anggota DPRD Provinsi Jabar itu.
Seperti diketahui, dalam perkara ini Neneng Hasanah Yasin bersama empat anak buahnya duduk sebagai terdakwa. Mereka didakwa menerima suap sejumlah total Rp18 miliar. Uang suap itu terdiri atas Rp 16.182.020.000 dan 270 ribu dolar Singapura.
[Gambas:Video CNN] (hyg/arh)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut pengurusan proyek Meikarta terjadi sebelum masa kepemimpinannya. (
Eks Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (tengah), Deddy Mizwar (kiri), serta Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono (kanan) dalam sidang kasus Meikarta di Pengadilan Tipikor, Bandung, Rabu (20/3). (
Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengaku kapok menduduki jabatan politik. (