Pernyataan itu dikatakannya saat meresmikan secara simbolis perubahan nama Stasiun Sisingamangaraja menjadi Stasiun ASEAN.
Lihat juga:Anies: Stasiun MRT Bukan Tempat Sampah |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies juga berharap dengan penamaan stasiun ini menguatkan komitmen Indonesia untuk berperan regional serta menjadi tuan rumah yang baik bagi masyarakat Asia Tenggara.
MRT disebut sebagai alat pemersatu. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Di tempat yang sama, Fachir mengatakan persemian nama ini untuk menampilkan profil Jakarta sebagai Ibukota Asean.
"Kita dalam proses finalisasi dalam Asean yang baru yang akan memberikan fasilitas yang banyak lagi untuk para legalasi untuk melakukan pertemuan-pertemua di Jakarta," ucap Fachri.
"Kita senang dengan adanya MRT ini para legalasi disarankan yang tinggal di hotel sepanjang jalan MRT ini akan menaiki MRT untuk ke pertemuan Asean," ujar Fachri.
Lebih lanjut, Fachri menjelaskan bahwa Asean adalah komunitas yang saling memberikan manfaat karena itu kita sebut sebagai perasaan bersama.
Foto: CNNIndonesia/Fajrian |
Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan bahwa MRT bukan hanya sebagai alat pemindahan warga, namun harus menjadi alat pemersatu bagi seluruh jajaran pemerintah maupun masyarakat.
"Kedudukan apapun posisinya sama transportasi lain ada kelas kalo di transportasi ini enggak ada kelas, sama semua," kata Anies saat memberikan sambutan di Musrenbang 2019, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (10/4).
"Bagaimana kita belajar sebagai masyarakat modern, apa masyarakat modern itu? Yaitu terencana. Jadi jamnya, menit hitungannya, kemudian tertib, efisien, efektif dan beradab. Beradab artinya ada adab yang dijunjung tinggi," jelasnya.
[Gambas:Video CNN] (sas/arh)
MRT disebut sebagai alat pemersatu. (
Foto: CNNIndonesia/Fajrian