"Hanya itu satu-satunya cara. Pada akhirnya kan kecurangan itu besar di TPS. Misal orang yang milih dua kali," kata Habiburokhman di Jakarta, Rabu (10/4).
Dia mengatakan pengawalan TPS dilakukan karena tak ada cara lain untuk mengantisipasi kecurangan Pilpres 2019. Apalagi BPN Prabowo-Sandi tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan atau boikot pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu kita penghitungan habis coblos pulang. Sekarang kita stay. Kalau perlu kita giliran. Kita bikin shift. Bawa rantang, singkong, kacang, minuman dari rumah masing-masing," kata dia.
Lihat juga:Prabowo Disebut Takkan Berkampanye 13 April |
Padahal kata dia, selama ini pihaknya telah berulang kali meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar segera memperbaiki DPT yang disebut bermasalah ini.
"Kita sudah sampaikan tolong perbaiki. Memang nggak akan pernah sempurna DPT ini," ucap dia.