Jokowi Sebut Isu Legalkan Perkawinan Sejenis Fitnah Murahan

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 22:25 WIB
Jokowi Sebut Isu Legalkan Perkawinan Sejenis Fitnah Murahan Calon presiden nomor 01 Joko Widodo. (Agus Suparto/Fotografer Pribadi Jokowi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo mengeluhkan dirinya kerap kali menjadi sasaran berbagai kabar bohong atau hoaks yang beredar di tengah-tengah masyarakat dalam perhelatan pemilihan presiden tahun 2019 ini.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar kampanye terbuka di Gedung Bazul Asyhab, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/4).

Jokowi bercerita salah satu contoh hoaks yang kerap menimpa dirinya adalah soal legalisasi perkawinan sejenis bila dia dan Ma'ruf Amin terpilih di Pilpres 2019.


Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan bentuk fitnah yang sengaja dibentuk untuk meruntuhkan dirinya di Pilpres kali ini.

"Ada isu kalau menang zina dan perkawinan sejenis diperbolehkan. Ini fitnah keji yang murahan," kata Jokowi.
Tak berhenti di situ, Jokowi menyatakan kabar hoaks lain yang kerap menimpa dirinya adalah soal pendidikan agama akan dihapuskan dan azan akan dilarang bila terpilih di Pilpres.

Jokowi menyatakan kabar tersebut merupakan fitnah yang kejam. Ia lantas meminta masyarakat dan para ulama untuk meluruskan isu-isu tersebut agar tak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

"Tolong diluruskan, tidak mungkin dlakukan, karena kita tau cawapres kita ketua MUI, kita ini negara muslim penduduk besar dunia enggak mungkin dilakukan, siapapun presidennya enggak berani," kata dia.
Jokowi lantas menyatakan dirinya selama ini hanya sekadar mendiamkan berbagai kabar bohong yang menimpanya tersebut. Namun, ia bercerita terus menerus mengklarifikasi kabar tersebut belakangan ini agar tak semakin meluas di masyarakat.

"Dalam hati saya, saya hanya menyampaikan sabar ya Allah sabar ya Allah. Tetapi sekarang harus dijawab," kata dia.

Isu legalisasi perkawinan sejenis pernah menyedot perhatian masyarakat, pada Maret 2019. Ketika itu beredar video sejumlah emak-emak di Karawang, Jawa Barat sedang mengampanyekan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ketika itu, emak-emak itu mengatakan bila Jokowi terpilih maka perkawinan sejenis akan dilegalkan. Polisi telah menangkap tiga orang perempuan itu.

Sejak itu, di beberapa kesempatan Jokowi selalu mengajak pendukungnya untuk melawan hoaks yang menyudutkannya.
[Gambas:Video CNN] (rzr/ugo)