Prabowo: Kita Ingin Pertumbuhan Ekonomi 'Double Digit'

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 16:44 WIB
Prabowo: Kita Ingin Pertumbuhan Ekonomi 'Double Digit' Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Surabaya, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menepis tudingan pesimistis yang dialamatkan kepadanya. Sebagai bukti, ia menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa dua digit atau double digit.

"Tidak benar kita pesimis. Kita opitimis," cetusnya dalam pidato kebangsaannya di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Jumat (12/4).


"Mereka mungkin puas dengan 5 persen pertumbuhan [ekonomi], kita tidak puas. Kita mau pertumbuhan double digit. Kita tidak mau jadi kacung bangsa lain," ia menambahkan.


Hal itu ia kemukakan setelah menyebutkan lima tantangan besar bagi Indonesia. Antara lain, kekayaan yang mengalir keluar negeri, ketimpangan kekayaan di dalam negeri, persoalan iklim yang bisa menenggelamkan kota-kota tepi laut, serta masalah pangan, air dan energi.

Namun, Prabowo tak memaparkan soal solusi atas lima permasalahan itu meski sempat meminta untuk menampilkan slide soal pemecahan masalahnya.

Capres Jokowi meminta Prabowo Subianto tak pesimistis dalam memandang permasalahan bangsa, seperti soal pertahanan dan kemampuan TNI.Capres Jokowi meminta Prabowo Subianto tak pesimistis dalam memandang permasalahan bangsa, seperti soal pertahanan dan kemampuan TNI. (Dok. Istimewa (TKN Jokowi-Ma'ruf))
"Kita ingin program pemerintah yang saya pimpin, Insyaallah setelah dipilih rakyat, harus mencapai swasembada pangan, swasembada air dan swasembada energi," ia kembali berjanji.

Tak lupa, Prabowo pun menyindir soal menteri yang diberi gelar terbaik oleh sebuah majalah asing.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dianugerahi gelar Menkeu terbaik Majalah Keuangan FinanceAsia. Ini merupakan gelar ketiga untuknya.

"Kita tidak perlu dipilih oleh majalah asing. Menteri terbaik. Bung Karno pernah mengajarkan kalau kau banyak dibenci oleh bangsa lain jangan-jangan orang ini yang paling setia bagi bangsanya sendiri," tuturnya.

Diketahui, Prabowo beberapa kali menyindir kubu capres petahana Joko Widodo yang kerap membanggakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar 5 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi itu tak pernah dirasakan oleh warga.

"Elite sana itu kalau omong ekonomi bagus, pertumbuhan bagus, terus harus pakai logat asing gitu omongnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah lima persen. Lima persen Ndasmu," ujar Prabowo saat menyampaikan orasi politik dalam kampanye terbuka pilpres 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Maret lalu.

Prabowo: Kita Optimistis, Pertumbuhan Ekonomi 'Double Digit'Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Faktanya, kata Prabowo, harga-harga kebutuhan pokok warga masih tak terjangkau. Ia juga menyinggung utang pemerintah Indonesia ke luar negeri yang dinilai terlalu besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan Indonesia selama lima tahun terakhir berada di angka 4-5 persen. Rinciannya, 5,02 persen di 2014, 4,88 persen di 2015, 5,02 persen di 2016, 5,07 persen di 2017, dan 5,17 persen di 2018.

Jokowi dalam beberapa kesempatan menjelaskan pentingnya optimisme dalam membangun dan memimpin Indonesia.


"Saya tahu negara sebesar Indonesia ini banyak menghadapi tantangan besar. Tapi kita enggak boleh takut terhadap tantangan dan rintangan. Kita harus optimis, optimis, optimis," kata Jokowi dengan suara lantang dan nada tinggi, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1).

Sejumlah pengamat menyebut Prabowo dan timnya sengaja menyebar narasi kecemasan dan pesmisme sebagai strategi politik. Tujuannya, membuat warga memandang Prabowo sebagai 'hero' dan mereduksi kepercayaan pada petahana.

[Gambas:Video CNN] (frd/arh)