Salah satu anggota tim, Hermawan Sulistyo, memastikan pihaknya juga bekerja bukan untuk Polri atau Novel selaku korban.
"Kami bekerja untuk bangsa ini, bukan untuk polisi, bukan untuk Jokowi, apalagi untuk Prabowo. Bukan untuk Novel juga," kata Hermawan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (12/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hermawan menjawab keraguan sejumlah pihak atas kerja Tim Gabungan, antara lain Koalisi Masyarakat Sipil, termasuk Novel.
Peristiwa teror itu terjadi pada 11 April 2017. Hermawan menjelaskan selama tiga bulan ini mereka memeriksa kembali dokumen penyelidikan sebelumnya hingga meminta keterangan belasan saksi.
Tokoh intelektual Islam Muhammad Ainun Nadjib (Cak Nun) bersama Najwa Sihab menghadiri gelaran dua tahun kasus Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Ia mengaku heran bila kerja Tim Gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu diragukan. Hermawan lantas menantang jika ada pihak-pihak yang ingin membuat tim pencari fakta tandingan melakukan penyelidikan sendiri.
"Kenapa enggak mereka penyelidikan sendiri saja. Biar tahu. Kalau merasa sanggup," ujarnya.
Komposisi anggota tim itu, kata Hermawan, berasal dari anggota Polri, penyidik KPK, hingga para pakar yang bekerja berdampingan secara independen.
Nama-nama yang berada dalam tim itu antara lain mantan Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji, dan Ketua Setara Institute, Hendardi.
Kemudian Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, mantan Ketua Komnas HAM yang kini sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim, serta mantan Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis.
"Masa kami dipertanyakan integritasnya. Kami enggak punya rasa takut, cuma sama Tuhan saja (takut)," ujar Hermawan.
Kesulitan memang dirasakan Hermawan dan anggota tim lainnya dalam melakukan penyelidikan kasus yang sudah berumur dua tahun itu. Hambatannya antara lain banyak jejak forensik hilang dan mencari fakta untuk menjerat pelaku.
"Prinsip pidana itu, lebih baik melepaskan seribu orang yang bersalah dari pada menghukum satu orang yang tidak bersalah. Jadi ini kami hati-hati betul," katanya.
[Gambas:Video CNN] (fra/ayp)
