"Anies Baswedan diprediksi bakal menjadi calon presiden terkuat pada Pilpres 2024," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qadari di kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu (13/4).
"Lulusan UGM tersebut menjadi calon bintang pada pilpres lima tahun mendatang. Sebab jika pada Pilpres 2019 ini Presiden Joko Widodo kembali terpilih, maka tidak ada calon petahana lagi pada kontestasi periode berikutnya," kata dia menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun populasi penduduk DKI Jakarta hanya 4 persen jika dibandingkan populasi Jawa Barat sebesar 18,3 persen, Jawa Timur 15,1 persen dan Jawa Tengah sebesar 13,1 persen, namun DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia yang otomatis menjadi pusat perhatian masyarakat luas," ujar Qodari.
Indo Barometer juga menilai Anies mampu mengikuti jejak Presiden Joko Widodo membangun elektabiltas di tingkat nasional saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hanya dalam waktu 2 tahun (2012-2014).
Faktor lain adalah latar belakang Anies yang dianggap mewakili kelompok Islam modernis karena mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pernah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
"Sebagaimana diketahui, mantan aktivis HMI cukup banyak tersebar di berbagai partai politik dan turut mewarnai kancah percaturan politik di Indonesia," kata Qodari.
Capres dari PDI Perjuangan adalah Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Prananda Prabowo. Capres Gerindra adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon. Sedangkan capres dari Demokrat adalah Agus Harimurti Yudhoyono.
Untuk kasus Demokrat, kata Qodari, AHY berpotensi menjadi capres dengan mengusung Poros Ketiga.
Nasib para capres dari unsur kepala daerah dan partai itu, Qodari mengatakan, akan ditentukan berdasarkan pertimbangan 'pemilik' partai dan elektabilitasnya. (sas/wis)