Said Didu akan meminta pihak yang menguasai masalah peretasan ini, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk berlaku adil dan turun tangan.
"Saya akan meminta tolong agar Kominfo berlaku adil. Selama ini kan tidak," kata Said Didu kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pendukung Prabowo-Sandi yang pernah mengalami peretasan di Twitter adalah Haikal Hasan, Ferdinand Hutahaean, JS Prabowo, Mustofa Nahrawardaya, dan Dahlan Iskan.
Said Didu menegaskan serangan ini adalah bentuk nyata penghambatan kebebasan berekspresi.
"Ini sudah main kasar. Biarkan masyarakat menilai," kata Said Didu.
Said Didu mengatakan terakhir kali melakukan log in di akun Twitter pribadinya persis sebelum debat kelima pilpres 2019 berlangsung.
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengaku selama debat pilpres berlangsung, sinyal telekomunikasi di dalam ruangan memang diacak.
"Tapi pas keluar arena debat pilpres, akun Twitter saya sudah tidak bisa dibuka lagi," kata Said Didu.
[Gambas:Twitter]
Menurut pantauan CNNIndonesia.com, sampai pukul 23.55 WIB sudah ada lima kicauan dari akun @saididu yang menyudutkan ulama kondang asal Riau Ustaz Abdul Somad (UAS). Dalam kicauan tersebut, UAS difitnah dan disudutkan.
Sebelumnya, UAS bertemu dengan Prabowo dan menyatakan dukungannya untuk pasangan calon nomor urut 02 di Pilpres 2019 itu.
[Gambas:Video CNN] (dal/dal)