"Potensi tertinggi itu adalah tentang konflik sosial. Konflik sosial ini harus diantisipasi dan dimitigasi secara maksimal oleh aparat Kepolisian, baik dari tingkat Polres maupun Polda," kata Dedi saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (13/4).
Dedi juga menjelaskan bahwa dari pihaknya sudah melakukan pemetaan dengan jumlah personil untuk melakukan mitigasi potensi konflik ini. Kemudian, Dedi menyebutkan daerah-daerah yang rawan akan terjadi konflik mulai dari tingkat kabupaten sampai wilayah provinsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian untuk diwilayah provinsi itu dari mulai Maluku Utara, Papua sampai dengan DKI Jakarta juga salah satu yang menjadi potensi kerawanan itu," imbuhnya.
Lihat juga:Jokowi Akui Ada BUMN Salah Kelola |
Disinggung mengenai ancaman terorisme, Dedi menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu isu yang sangat diwaspadai oleh kepolisian.
"Karena pasca kejadian di Sibolga dan Penangkapan yang dilakukan di wilayah Jawa Barat, Jateng dan Jatim itu menunjukan mereka juga akan terjadi. Kepolisian tentunya akan menungkatkan kewaspadaan," jelasnya. (sas/eks)