TPS di Cirebon Gunakan Sari Kunyit Pengganti Tinta Pemilu

CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 22:05 WIB
Warga Bendakerep dan Lebakngok, Cirebon dikenal sebagai masyarakat religius dan menganggap tinta pemilu membuat shalat tidak sah. Ilustrasi tinta pemilu. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat memastikan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Cirebon, akan menggunakan sari kunyit sebagai pengganti tinta pemilu. Seperti diketahui, penggunaan tinta merupakan penanda warga sudah melakukan pencoblosan di Pemilu 2019.

"Di sana, sudah menjadi kebiasaan saat pemilu tidak menggunakan tinta tapi menggunakan alat penanda yaitu kunyit," kata Komisioner KPU Jabar Divisi Teknis, Endun Abdul Haq, Senin (15/4).

Kedua kampung tersebut masing-masing Bendakerep dan Lebakngok di RW 11 Kelurahan Argasunya. Sari kunyit akan digunakan di tiga TPS yang ada di kampung tersebut.


Menurut Endun, penggunaan sari kunyit tersebut merupakan hasil kesepakatan warga Benda Kerep, Kelurahan Argasunya. Hal itu merupakan bagian dari kompromi agar warga di dua kampung yang dikenal tradisional dan religius itu agar bersedia berpartisipasi dalam pemilu.


"Jadi di komplek perkampungan itu memang khasanah. Mereka punya kepercayaan kalau pakai tinta tidak sah salat, tidak sah wudhu," ujar Endun.

Ia menuturkan, hanya tiga TPS di Benda Kerep yang menolak botol tinta yang disediakan KPU di pemilu serentak 2019 ini.

"Itu sudah sejak lama, dari pemilu sebelumnya sudah begitu. Hanya berlaku di tiga TPS di situ saja," ujarnya.

Sementara itu, anggota KPU Jabar, Nina Yuningsih menyatakan penggunaan kunyit sudah menjadi kearifan lokal di daerah tersebut. "Untuk kunyitnya kita tidak menyediakan pengadaan. Tapi dari pihak penyelenggara lokal di sana yang mempersiapkan," kata Nina.

Pemilu Serentak akan digelar pada Rabu ini, 17 April 2019. Masyarakat Indonesia memilih presiden--wakil presiden periode 2019-2004, juga memilih para anggota legislatif untuk periode yang sama.

(hyg/ain)