"Semoga kalau nanti hasilnya apapun ya kita riang gembira saja," ujar Megawati di Jalan Kebagusan IV, Jakarta, Rabu (17/4).
Mega menceritakan pengalamannya saat menjadi capres pada Pilpres 2004 dan 2009. Ia mengklaim tetap riang gembira meskipun kalah. Bahkan, ia mengatakan tetap mengajak pendukungnya untuk makan bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Pilpres 2004, Mega yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Sementara pada Pilpres 2009, Mega yang berpasangan dengan Prabowo Subianto kalah kembali dari SBY yang berpasangan dengan Boediono.
"Karena itulah bagi seluruh elite bangsa seharusnya menerima suara dan kehendak rakyat itu," ujar Hasto di Jalan Kebagusan IV, Jakarta.
Terkait hal itu, Hasto pun mengingatkan pihak yang kalah dalam pemilu tidak membuat ancaman, seperti akan menggalang people power. Ia berharap pihak yang kalah mencotoh sikap Mega yang tetap riang meski kalah.
"Karena itulah mereka-mereka yang sebelumnya memberikan tekanan-tekanan kepada penyelenggara pemilu, dengan ancaman people power untuk tidak melakukan hal tersebut karena akan berhadapan dengan kekuatan rakyat itu sendiri," ujarnya.
Di sisi lain, Hasto mengklaim pihaknya telah memonitor pelaksanaan pemilu di seluruh wilayah di Indonesia. Ia berkata rakyat antusias untuk menggunakan hak pilihnya, serta mengawasi pemilu agar berjalan jujur, adil, dan aman.
Ia menargetkan paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin bisa memperoleh suara sebesar 58,9 hingga 62 persen. Sementara PDIP menargetkan 24 hingga 32 persen dalam pileg kali ini.
"Kami mengucapkan terima kasih berdasarkan survei rakyat memberi kepercayaan kepada Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin dan PDI Perjuangan. Tetapi hasilnya kami serahkan sepenuhnya kepada rakyat Indonesia," ujar Hasto.
Sebelumnya, politikus PAN Amien Rais menyatakan akan menggalang kekuatan rakyat atau people power jika menemukan kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu tak mau menyelesaikan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi.
Pernyataan Amien soal people power itu disampaikan saat Apel Siaga 313 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu (31/3). Aksi kala itu diikuti beberapa organisasi seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam.