"Pada proses pemilu kali ini banyak kejadian yang merugikan pihak 02," kata Prabowo lewat akun media sosial Twitter-nya, @prabowo, Rabu (17/4).
Insiden pertama yang merugikan, kata dia, banyak kertas suara yang tidak sampai. Kemudian, dia menyatakan banyak tempat pemungutan suara (TPS) yang terlambat buka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, kata Ketua Umum Partai Gerindra itu, banyak surat suara yang ditemukan telah tercoblos pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Bahkan, dalam kesempatan itu, Prabowo sempat menyebut banyak TPS yang baru buka pada pukul 11.00 WIB atau terlambat selama empat jam dari waktu yang diatur oleh KPU.
"Walau demikian hasil exit poll kita di 5.000 TPS menunjukkan bahwa kita menang 55,4 persen dan hasil quick count kita menang 52,2 persen," tutur Prabowo.
Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil hitung cepat dan exit poll sejak pukul 15.00 WIB. Pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin unggul berdasarkan hasil sementara hitung cepat lembaga seperti LSI Denny JA, Indo Barometer, Litbang Kompas.
Hitung cepat Litbang Kompas dengan total data masuk 83,7 persen hingga pukul 18.54 WIB mencatat Jokowi-Ma'ruf meraih 54,33 persen suara, Prabowo-Sandi 45,67 persen.
Jokowi-Ma'ruf juga unggul berdasarkan quick count dari LSI Denny JA dengan total data masuk 95,95 persen. Paslon nomor urut 01 itu meraih 55,4 persen dan Prabowo-Sandi 44,6 persen.
Hasil hitung cepat berasal dari survei dan bukan hasil perhitungan resmi. Jumlah suara resmi tetap menunggu perhitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan Umum.
Cek hasil hitung cepat Pemilu Legislatif 2019 pada tautan berikut: https://www.cnnindonesia.com/pemilu2019/quickcount/pileg
[Gambas:Video CNN]
(mts/wis)