Ia lantas membandingkannya dengan sikap Prabowo yang percaya dengan hasil hitung cepat Pilkada DKI 2018 yang memenangkan calon yang diusungnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus Partai Perindo itu lantas menyinggung hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017 putaran kedua yang mengunggulkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno ketimbang pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
Bahkan, Arya menyatakan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat langsung menerima hasil hitung cepat tersebut tanpa mengklaim kemenangan.
"Tapi harusnya di sana belajar dari hasil quick count Pilkada DKI Jakarta. Ketika Pak Anies unggul, para lawannya langsung terima," kata dia.
Selain itu, Arya lantas mengimbau Prabowo agar membuat situasi perpolitikan tanah air lebih kondusif. Ia menyatakan bahwa Prabowo sebagai salah satu elite politik di tanah air seharusnya bisa mendidik masyarakat luas cara berpolitik yang santun dan negarawan.
"Kita mengimbau Pak Prabowo bikin kondisif situasi aja, beliau kan negarawan, sayang aja gitu. Dia juga harus mendidik masyarakat," kata Arya.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan dirinya memenangkan Pilpres 2019 berdasarkan hasil 'real count' dengan perolehan suara 62 persen. Ia menyatakan hasil yang sudah ia menangkan di Pilpres 2019 itu tak akan berubah banyak.
[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)