Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan dia dan pendukungnya hanya ingin kejujuran dan keadilan. Meski demikian, ia akan membuktikan saat jutaan massa pendukungnya turun ke jalan, mereka akan tetap menjaga kedamaian.
"Kalau pun nanti kalau nanti jutaan atau belasan juta turun kita buktikan tertib, aman, dan damai," kata Prabowo saat menyampaikan orasinya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus dijaga karena sudah ada usaha menghilangkan kotak suara," tegas Prabowo.
"Pastikan angka yang diinput harus sama dengan angka di formulir C1. Menjaga semangat dalam berjuang. Awasi dan amankan suara rakyat, jangan sampai suara rakyat dicurangi terus," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra ini mengajak seluruh elemen pendukungnya untuk memanjatkan doa agar ikhtiar dan usaha untuk memenangkan pilpres 2019 berhasil.
"Ajak seluruh rakyat Indonesia mengetuk pintu langit berdoa dan bermunajat pada Allah SWT. Agar Allah meridhoi ikhtiar kita serta pastikan bangsa Indonesia sebagai bangsa bermartabat berdaulat adil makmur," pungkas Prabowo.
"Enggak ada, enggak ada (mengerahkan massa ke jalan), Pak Prabowo itu konstitusional," kata Andre.
Sebelumnya pada Rabu dan Kamis (19/4), Prabowo telah tiga kali mendeklarasikan kemenangannya di Pilpres 2019. Deklarasi itu diklaim berdasarkan hasil penghitungan tim internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Sementara itu, real count sementara di situs KPU yang dilihat per Jumat (19/4) pukul 14.30 WIB sebanyak 18.640 dari 813.350 TPS atau 2,2976 persen, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin unggul dengan 55,20 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 44,80 persen.
[Gambas:Video CNN] (sah/dal)