KPU dan Bawaslu Imbau Publik Bersabar soal Penghitungan Suara

CNN Indonesia | Minggu, 21/04/2019 02:45 WIB
KPU dan Bawaslu Imbau Publik Bersabar soal Penghitungan Suara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI Abhan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Pengawas Pemiihan Umum (Bawaslu) Abhan meminta publik bersabar menunggu hasil hitung suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal ini disampaikan Abhan setelah kedua kubu mengklaim kemenangan dalam Pilpres 2019 ini.

"Imbauan kami untuk semua pihak, sabar menunggu proses yang sedang berjalan, kita ikuti proses ini sampai pada tahapan jadwalnya," kata Abhan ditemui di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).


Tak hanya itu, Abhan juga meminta semua pihak mengawal proses ini dengan sabar dan ikut semua proses dari tingkat paling kecil.

"Jangan sampai kalau ada hal-hal yang tidak kita inginkan misalnya ada data salah, kemudian tanpa terkoreksi," katanya.


Hal sama juga diungkapkan Ketua KPU, Arief Budiman. Menurut Arief siapa saja bebas menyampaikan pendapat, termasuk deklarasi kemenangan.

Namun untuk saat ini menurut Arief, KPU sama sekali belum menetapkan pemenang Pilpres maupun Pileg 2019 yang digelar secara serentak.

KPU, kata dia, baru bisa menyampaikan hasil sesuai aturan yang berlaku yakni setelah semua proses rekapitulasi selesai dilaksanakan.

"Terkait hasil pemilu prosesnya sudah diatur dalam undang-undang. Nah sekarang masih rekap di tingkat kecamatan. Mari kita sama-sama ikuti prosesnya, bersabar sampai nanti tanggal 22 Insya Allah kalau enggak ada halangan kita akan tetapkan," kata dia.


Hingga Minggu (21/4) pukul 02.30 WIB, KPU telah melakukan rekapitulasi data dari 59.496 Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau hanya 7,31 persen dari total TPS keseluruhan yang berjumlah 813.350 TPS.

Hasil rekapitulasi sementara KPU menunjukkan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul sementara dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma'ruf memperoleh 6.205.674 atau (54,51 persen), dan Prabowo-Sandi meraup 5.179.282 (45,49 persen).

[Gambas:Video CNN] (tst/ugo)