Peristiwa ini terjadi di Dusun Tenggina II, Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan di Pulau Madura.
Perkelahian itu bermula ketika Sahri, menganggap keluarga Makruf tak membantu caleg dalam Pemilu 2019 yang didukungnya. Sahri dikenal warga sekitar memang sebagai bagian dari timses salah satu caleg di dapil tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulang ke rumah, Fatimah bercerita apa yang dialaminya itu ke Makruf. Setelahnya, Makruf lantas bergegas ke rumah Sahri, lalu menanyakan alasan memarahi bibinya hingga dijatuhkan.
Sahri dan Makruf sama-sama mengalami bekas luka bacokan lalu dilarikan ke rumah sakit.
Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan dalam penyelidikannya, perkelahian dipicu akibat percekcokan. Namun ia tidak mendalami dugaan yang mengarah terhadap pandangan politik. Meski hal tersebut diakui banyak masyarakat yang berasumsi akibat dukungan caleg.
"Kedua belah pihak sudah kita tenangkan agar tidak berkelanjutan," ujar Teguh singkat.
(nrs/kid)