Imbauan itu disampaikan langsung oleh Rizieq dan disiarkan melalui channel Youtube Front TV pada Minggu (21/4).
"Tidak melakukan pertemuan dalam bentuk apapun apalagi melakukan deal-deal dengan partai koalisi rezim yang melakukan kecurangan di berbagai daerah," ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rizieq pelaku kecurangan telah melakukan dosa besar dan bisa membahayakan kehidupan bangsa.
"Ini betul-betul satu dosa besar yang sangat-sangat berbahaya, yang bisa merusak persatuan dan kesatuan Indonesia," ujarnya.
Prabowo-Sandi diketahui telah beberapa kali mendeklarasikan kemenangannya secara sepihak di Pilpres 2019. Salah satunya pada pada Kamis (18/4) lalu di kediamannya, Kertanegara, Kebayoran Baru.
Kemenangan tersebut diklaim berdasarkan hasil perhitungan tim internal BPN.
Prabowo mengatakan sengaja mendeklarasikan kemenangan ini secara lebih cepat karena mengklaim punya bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan di sejumlah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Alasan kedua menurut Rizieq karena saat deklarasi dilakukan hampir semua televisi memberitakan hasil hitung cepat yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Rizieq menyebut hal itu harus dihentikan.
"Ketiga, pada saat itu di Twitter, Youtube, dan medsos lain telah berseliweran dan beredar bahwa dimana-mana terjadi kecurangan secara masif, struktural dan sistematis. Sehingga deklarasi kemenangan Prabowo-Sandi saat itu sudah dilakukan di waktu yang tepat dengan cara yang tepat," ucap Rizieq. (ani/wis)