Luhut merespons pertanyaan soal klaim kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019.
"Saya titip saja, orang-orang di sekitarnya (Prabowo) jangan memberikan informasi-informasi yang tidak benar. Saya kan kenal juga tokoh-tokoh yang di sekelilingnya," kata Luhut usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin menyalah-nyalahkan, sudah cukuplah. Kita tahan diri semua, jangan nyalah-nyalahin, biarlah nunggu hasil (penghitungan KPU) tanggal 22 Mei. Saya kira kita harus dewasa," ujarnya.
"Jadi saya juga imbau kepada teman-teman atau tokoh-tokoh elite supaya jernih melihat, agar tidak emosional," kata pensiunan jenderal bintang empat itu.
Calon presiden Prabowo Subianto mengumumkan klalim kemenangannya dari hasil real count internal. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Yang saya kenal Pak Prabowo orang yang sangat rasional dan biasa diajak berpikir dengan jernih. Jadi bukan seorang pemimpin yang tidak bisa diajak berpikir," kata Luhut.
Lihat juga:Diutus Jokowi, Luhut Temui Prabowo Besok |
Luhut mengaku diutus Presiden Joko Widodo untuk bertemu dengan Prabowo usai gelaran Pilpres 2019. Luhut dianggap sebagai orang yang bisa menjembatani pertemuan Jokowi dengan Prabowo selepas pesta demokrasi lima tahunan ini.
Rencana pertemuan ini juga tak terlepas dari klaim kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019. Prabowo bahkan telah mendeklarasikan bersama Sandiaga Uno sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024, padahal KPU belum selesai melakukan penghitungan suara.
Pertemuan Luhut dengan Prabowo yang rencananya dilakukan Minggu (21/4) batal. Luhut menyebut Prabowo mengalami flu sehingga pertemuan ditunda. Namun, Luhut belum mengetahui kapan pertemuan dengan Prabowo bakal dilakukan.
[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)
