"Fitnah yang menyerang Pak Jokowi begitu berpengaruh pada perolehan suara di Madina. Sehingga perolehannya begitu rendah," kata Dahlan, Senin (22/4).
"Ada kelompok-kelompok yang diduga dengan sengaja terus menyudutkan Pak Jokowi dengan segala tuduhan. Termasuk hoaks yang terus menyerang. Saya tidak mau suudzon kepada siapa. Saya sedih Pak Presiden tetap disudutkan dari segi agama, sebagai penista agama," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terakhir haji. Sampai yang kecil-kecilnya diurusi. Jadi agama mana yang dinista itu, sedikit-sedikit penista agama. Jadi di situ saya tidak menerima," kata Dahlan.
Dahlan bahkan mengaku kecewa terhadap masyarakat yang seperti tak menghargai kinerja Jokowi.
Dahlan menegaskan pengunduran dirinya itu bukan karena tekanan menantu Jokowi yakni Bobby Nasution yang merupakan warga asli Kabupaten Madina.
Kabar mengenai tekanan yang dialami Dahlan memang sempat beredar luas. Dahlan menegaskan dirinya bukan orang yang bisa ditekan.
"Saya orang enggak ada takut dengan siapapun. Saya jernih berpikir saya memakai akal pikiran saya, memakai kalbu saya karena saya tidak pernah takut siapapun kecuali pada Allah," ujarnya.
Dahlan juga tidak merasa pengunduran dirinya adalah bentuk pengkhianatan terhadap masyarakat yang sudah percaya kepadanya.
Hal itu dibenarkan oleh Marganti Batubara, Ketua DPRD Madina yang langsung menemui Dahlan.
Dari pertemuan itu, Dahlan mengaku sudah ditelepon Presiden Joko Widodo. Namun Presiden menghubungi melalui sambungan telepon Bobby Afif Nasution, menantunya. Pengunduran diri itu langsung ditolak.
"Jadi sudah langsung semalam Pak Presiden menelepon, enggak usah resah lagi, itu tidak diterima suratnya. Pak Dahlan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memenangkan Jokowi. Tapi itulah kita mau bagaimana lagi," kata Marganti yang berasal dari fraksi Partai Hanura itu.
[Gambas:Video CNN] (fnr/wis)