BPN Kritik Pengerahan Ratusan Brimob ke Jakarta

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 02:13 WIB
BPN Kritik Pengerahan Ratusan Brimob ke Jakarta Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku tak paham maksud Mabes Polri mendatangkan ratusan pasukan Brimob dari luar Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai langkah kepolisian mendatangkan anggota Brimob dari luar Jakarta membuat situasi ibu kota terkesan tidak aman.

Diketahui, Mabes Polri mendatangkan 200 pasukan Brimob dari Polda Kalimantan Barat dan 200 personel Brimob dari Polda Maluku dalam rangka memperkuat keamanan ibu kota.

"Jadi terkesan bahwa situasi kita tidak aman," tutur Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).



Dahnil mengaku tidak memahami betul maksud kepolisian mendatangkan personel Brimbob dari luar Jakarta. Apabila alasannya adalah demi memperkuat keamanan pascapemilu di Jakarta, Dahnil tidak sepakat.

Dahnil menilai masyarakat Indonesia sudah dewasa dalam berdemokrasi. Apabila muncul suatu gelombang protes, maka massa yang tumpah ruah ke jalan pasti tetap akan mematuhi koridor hukum yang ada.

Ia juga menegaskan melancarkan aksi protes juga merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Menurut dia, tidak ada yang bisa melarang masyarakat untuk memprotes apabila merasa ada ketidakadilan dari aspek politik, hukum, atau ekonomi.

"Protes itu dibolehkan dalam demokrasi. Kalau ada protes dan dijawab dengan sikap represif, nah itu yang menurut saya menjadi ancaman serius bagi demokrasi," ucap Dahnil.


Dahnil menganggap langkah mendatangkan ratusan Brimob dari luar Jakarta juga membuat citra Indonesia menjadi buruk di mata negara lain. Menurutnya, dunia internasional pasti akan langsung menganggap bahwa situasi Jakarta tidak aman ketika ratusan personel didatangkan dari wilayah lain.

Dahnil menyebut negara lain pasti menilai ada situasi yang gawat darurat. Apalagi personel tersebut juga dilengkapi senjata lengkap.

"Nah itu justru memperburuk citra Indonesia di dunia internasional. Seharusnya di era demokrasi pola - pola dialogis itu yang dikedepankan," ucap Dahnil.

Sebelumnya, Mabes Polri mendatangkan 200 pasukan Brimob dari Polda Kalimantan Barat ke Jakarta sejak 19 April lalu. Mereka turut dibekali 96 pucuk senjata AK 101, 5 pucuk senjata HS dan 100 set alat penanggulangan huru-hara. Mabes Polri juga mendatangkan 200 personel Brimob dari Polda Maluku ke Jakarta.

[Gambas:Video CNN]

"Pasukan Brimob Nusantara ke Jakarta dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibmas yang terjadi di Jakarta yang sesuai dengan pentahapan pemilu," kata Dedi kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/4).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan bahwa penambahan pasukan Brimob dari sejumlah daerah ke DKI Jakarta dilakukan demi memberikan rasa aman dan tentram kepada masyarakat usai penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Untuk apa? Membuat masyarakat tentram dan tidak khawatir terhadap hal-hal yang dianggap mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat," kata Wiranto usai sidang kabinet paripurna, di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4). (bmw/agi)