Istilah perang total dilontarkan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN) Moeldoko pada Februari 2019. istilah itu merujuk pada strategi perang total yang diterapkan TKN pada Pilpres 2019.
Amien Rais bahkan menyatakan siap berada dalam barisan terdepan bersama rakyat jika terjadi perang total. Dia sempat menyinggung istilah jihad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Amien Rais Sebut Jokowi Totaliter Otoriter |
"Kita kalau ada total war, kita lebih sanggup dari total war insya Allah, tidak ada ceritanya rakyat kalah sama penguasa," kata Amien.
Dalam berbagai bidang ilmu politik yang diakui telah dipelajarinya, dia menyebut tak ada penguasa yang mampu mengalahkan kemauan rakyat. Sebab suara rakyat kata dia sama saja dengan suara Tuhan.
"Tenang saja, nanti akan ada pergantian yang sejuk, yang konstitusional, demokratis, itu kemauan kita tapi kalau ngajak perang total saya kira kita lebih bergembira ria," katanya.
Meski sebelumnya menggunakan istilah jihad, dia meminta kepada relawan yang hadir untuk mengubah 'bungkus' perjuangan mereka dari yang semula disebut sebagai jihad menggunakan istilah lain.
Bungkusnya, kata dia, akan bagus jika disebut sebagai people power yang memasukkan unsur agama lain dalam perjuangan tersebut.
"Kami tahu bungkus dari perjuangan kita itu jangan jihad, bungkusnya enggak boleh, nanti orang-orang barat wah ini negara Islam," katanya.
Namun, lebih baik, katanya, bungkusnya adalah perjuangan people power. "People power itu adalah yang Islam, yang Kristen, yang Katolik, yang Hindu, yang Budha, yang Kongucu bersama-sama untuk meruntuhkan kebatilan dan kezaliman yang sudah kelewatan ini," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (tst/ugo)