Anggota Direktorat Saksi TKN Alfatin Nova mengatakan data penghitungan dari tim internal menunjukkan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf di Yogyakarta sebesar 69,97 persen. Perhitungan perolehan suara tersebut dilakukan berdasarkan 57,4 persen suara yang masuk.
Data ini tak berbeda jauh dengan hasil penghitungan dari KPU hingga sore ini yakni Jokowi-Ma'ruf memperoleh 70,68 persen sedangkan Prabowo-Sandi 30,03 persen. Jumlah itu diperoleh dari 35 persen suara yang masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nova lantas membandingkan dengan penghitungan kubu Prabowo yang mengklaim perolehan suara mereka hanya selisih tipis dengan Jokowi di Yogyakarta. Prabowo-Sandi disebut mendapat 47,30 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 52,70 persen.
Kekeliruan klaim penghitungan suara itu juga ditemukan TKN di Bali. Dari hasil penghitungan tim internal, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 91,13 persen sedangkan Prabowo-Sandi 8,87 persen.
"Kalau data dari BPN, Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat 30,20 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 69,80 persen. Ternyata suara yang dihitung hanya 0,1 persen atau tujuh TPS dari total 12.834 TPS," terangnya.
Sementara dari penghitungan KPU hingga sore ini, perolehan suara Jokowi di Bali mencapai 92,77 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi hanya 7,23 persen.
Nova mengklaim data dari KPU tak pernah berbeda jauh dengan hasil penghitungan dari TKN. "Data real count TKN itu 20 persen hampir sama dengan KPU dan ini sudah terverifikasi," ucapnya. (pris/agi)